Di Desa Geneng Klaten Tempe Disulap Jadi Berbagai Jenis Cemilan

Di Desa Geneng, Kecamatan Prambanan, Klaten, tempe bisa disulap menjadi berbagai camilan bernilai ekonomis tinggi

Di Desa Geneng Klaten Tempe Disulap Jadi Berbagai Jenis Cemilan
Net
Tempe 

TRIBUN-BALI.COM - Jika pada umumnya tempe disajikan dengan cara digoreng, dibacem ataupun dibuat menjadi berbagai olahan sayur, namun di Desa Geneng, Kecamatan Prambanan, Klaten, tempe bisa disulap menjadi berbagai camilan bernilai ekonomis tinggi.

Di Desa Geneng akan mudah dijumpai berbagai olahan berbahan baku makanan tradisional yang terbuat dari biji kedelai tersebut, yang diubah menjadi aneka camilan di tangan ibu-ibu setempat.

Beberapa olahan tempe tersebut antara lain menjadi, risol, kroket, donat, pay hingga kue pukis.

Adanya berbagai macam kreasi olahan tempe tersebut tidak lepas dari peran keberadaan Rumah Tempe yang sudah berdiri sejak setahun lalu di Desa Geneng.

Rumah tempe sendiri merupakan program pemberdayaan masyarakat yang diinisiasi oleh warga dan mendapat sokongan program CSR dari Sari Husada sebagai wadah untuk masyarakat Geneng, untuk mengembangkan produk tempe.

Ketua Rumah Tempe Srikandi, Selly marfiana, mengungkapkan bahwa kreasi aneka olahan tempe tersebut merupakan buah tangan authentik dari ibu-ibu PKK Desa Geneng.

"Pengembangan aneka makanan tersebut dihasilkan oleh ibu-ibu PKK Desa Geneng, jadi setiap RW memiliki produk olahan tempe masing-masing," kata Selly.

Selama ini aneka jajanan yang dibuat dari tempe tersebut hanya akan dibuat oleh kelompok ibu-ibu Desa Geneng, apabila mendapatkan pesanan.

"Untuk olahan tempe akan kita buat bila ada pesanan, dengan mengkoordinasikan antar RW, biasanya saat ada acara dinas daerah mereka pesan pada kami," lanjut Selly.

Munculnya ide aneka olahan tersebut sendiri merupakan hasil dari kompetisi kreasi tempe yang selama ini diselenggarakan secara rutin oleh Rumah Tempedengan memperlombakan peserta antar RW di Desa Geneng.

"Setiap RW dikoordinasi membuat aneka jajanan, biasanya kami mengadakan lomba kreasi tempe memperingati hari tertentu seperti perayaan Hari Kartini" ungkap Pengawas Produksi Rumah Tempe, Dwi triyani.

Dalam segi rasa sendiri olahan makanan berbahan dasar tempe dari Desa Geneng tersebut tidak bisa dianggap remeh.

Meski berbahan dasar tempe, namun hal tersebut tidak mengubah cita rasa dalam setiap gigit produk olahan dan karakter tempe yang kaya akan protein tetap dapat dinikmati secara bersama-sama. (tribunjogja)

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul "Unik, di Desa Ini Tempe Diolah Menjadi Donat Hingga Kukis"
Penulis: Rizki Halim
Editor: has

Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved