Jatuh Cinta, Pak Kumis Beri Oleh-Oleh Keluarganya Koran Tribun Bali Setiap Pulang Kerja

Karena kecintaan pada berita dan infromasi, Made Yadnya atau Pak Kumis bawa oleh-oleh Koran Tribun Bali sebagai hadiah

Penulis: Busrah Ardans | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Busrah Ardans
Made Yadnya atau dikenal dengan Pak Kumis tampak sedang menunjukkan Koran Tribun Bali, Jumat (6/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Busrah Hisam Ardans

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hari Ulang Tahun Tribun Bali yang ke-4, beberapa hari lalu memberi kesan tersendiri bagi anggota TNI-AD ini.

Bagaimana tidak, kata dia dalam sehari tidak membaca Koran Tribun rasanya ada yang kurang.

Bahkan oleh-oleh bagi anak-anaknya di rumah adalah Koran Tribun Bali.

Sejak perkenalan yang tak disengaja dengan wartawan Tribun-Bali maret lalu di Kantor Pengadilan Militer, Made Yadnya yang akrab disapa Pak Kumis mengaku, hobinya adalah membaca koran khususnya koran Tribun Bali, yang sudah dibacanya sejak pertama kali terbit.

Kata Pak Kumis, berita Tribun Bali sangat sederhana dan mudah dimengerti oleh masyarakat, aktual, dan cocok dibaca anak muda maupun orang dewasa.

"Sejak pertama kali terbit, saya sudah berlangganan dan jatuh cinta kepada Tribun Bali. Beritanya komplit dan harganya terjangkau sekali untuk kalangan bawah. Itulah mengapa saya memilih Tribun Bali," jelas Pak Kumis.

Lanjutnya, jika sehari saja terlewat tidak membaca Tribun Bali rasanya ada yang kurang.

"Kalau sehari saja nih, terlewat tidak baca Tribun Bali itu rasanya ada yang kurang sampai biasa pening. Jadi tiap pagi harus baca," jelasnya.

Saking sukanya, ia menegaskan jika baca Tribun Bali sampai habis.

"Jadi, istilahnya titik koma semuanya habis. Semua kolom saya suka. Dari judul pokoknya semuanya habis saya baca. Sampai iklan-iklannya saya suka, olahraga apalagi," tambahnya.

Berita yang paling membekas kata dia, saat Tribun Bali memberitakan soal pembunuhan Angelin.

Dan yang paling menonjol berita olahraganya.

Pria berumur 52 tahun itu mengaku membaca dan menonton berita menjadi hobinya.

"Ini saya sampaikan kepada anak-anak saya kalau soal berita, informasi itu harus mereka tahu. Jangan sampai kalau disebut Menteri Susi mereka gak tahu, itukan konyol. Sebagian besar ilmu ada di koran dan berita. Jadi, kalau mau punya banyak ilmu dan komunikasinya nyambung harus tahu banyak. Itu anak-anak di rumah saya kasih oleh-oleh pulang kerja itu Koran Tribun Bali, kalau ibunya bilang kue saya koran," tuturnya.

Pak Kumis yang berprofesi sebagai TNI-AD ini menyebut mengapa dirinya dipanggil pak kumis karena nama 'made' sudah familiar.

"Nama ini sudah lama, sejak masih muda. Kalau Made kan sudah banyak. Kalau dibilang Pak Kumis masih kurang. Kalau disebut Pak Kumis yang di Pengadilan Militer sudah tentu saya," terangnya.

Kedepannya ia berharap Tribun Bali semakin sukses dan meningkatkam kualitasnya walaupun sekarang kualitasnya sudah bagus. (*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved