Breaking News:

Serba Serbi

Pelet 'Jaran Goyang' Pemikat Lawan Jenis, Ini Pengobatannya Dalam Lontar Ratu Ning Usada

Mantra berjenis ilmu pengasihan ini banyak berkembang di masyarakat Suku Osing Jawa di Banyuwangi.

Penulis: eurazmy | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Tribun Bali/Putu Supartika/Istimewa
Lontar 

Dalam lontar itu juga dijelaskan tentang teknis dan cara penyembuhan penyakit ini.

Bahkan, penyembuhannya terbilang sederhana karena hanya membutuhkan bahan dari sarana tanaman obat saja.

Resep dalam pembuatan obatnya adalah, anda hanya perlu menyediakan akar tuwung (terong) bolo, akar tuwung kanji dan triketuka (bawang, suna, janggu).

"Semua bahan tersebut digigit, kemudian disemburkan pada wajah orang yang terkena pelet," imbuh staf ahli penerjemah naskah lontar ini.

Dengan mengetahui resep ini, Eka Guna Yasa menyayangkan bahwa masih banyak keluarga yang salah kaprah dalam penanganan kasus terkena pelet ini. Menurutnya, masih banyak keluarga yang melarikan korban pelet Jaran Goyang ke rumah sakit.

"Pasti ujung-ujungnya akan dibawa ke Rumah Sakit Jiwa. Padahal jika banyak orang tahu ini, mereka tidak perlu repot dan mengeluarkan biaya banyak untuk ke dokter. Cukup dengan resep sederhana dan alami," tambahnya.

Selain terkenal ampuh dipakai untuk memikat hati satu lawan jenis yang dicintai, ternyata ilmu pelet ini juga bisa dimanfaatkan untuk memikat banyak orang. Misalnya digunakan untuk mendapatkan popularitas diri.

Dikatakan Eka Guna Yasa, pada zaman dulu belum banyak orang yang belum mengetahui hal ini. 

“Dalam lontar tersebut dikatakan bahwa siapa saja yang mampu menguasai ilmu tersebut akan dengan sangat mudah untuk menundukkan lawan jenis. Setiap kalimat yang diucapkan orang yang memiliki ilmu ini, pasti akan dituruti,” ucap alumnus Universitas Udayana ini.

Dari sekian kepercayaan yang berkembang terhadap ilmu ini, lanjut Eka, terdapat empat penggolongan yang terkenal, yakni ilmu merah (asmara), ilmu kuning (jabatan), ilmu hitam (menyakiti), dan ilmu putih (pengobatan).

“Nah, kalau Jaran Goyang ini tergolong pada ilmu merah karena berkaitan dengan perasaan cinta. Lebih dikenal dengan istilah mesisan gantet yang artinya sekalian bersatu, dan lebih dikenal dengan istilah santet bagi masyarakat Osing Banyuwangi,” tandasnya.(*)

Sumber: Tribun Bali
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved