Pembangunan Bandara di Bali Utara Akan Gotong-royong, ‘Desa Adat Jangan Jual Semua Tanah’

Jika Penlok terbit, kata dia, maka PT BIBU selanjutnya bisa menyelesaikan kajian AMDALnya.

Pembangunan Bandara di Bali Utara Akan Gotong-royong, ‘Desa Adat Jangan Jual Semua Tanah’
net
Ilustrasi bandara di atas laut 

Ia mengharapkan agar desa adat yang memiliki tanah di lokasi rencana pembangunan bandara, jangan semuanya dijual, namun lebih baik dikerjasamakan dengan swasta.

“Kalau dijual nanti habis. Jadi kami akan tawarkan. Komitmen kami mengajak masyarakat Bali,” katanya.

Terkait adanya MoU antara PT Pembari dengan PT Perusda Bali, Suardhana mengatakan, tujuannya adalah PT Perusda Bali ingin berpartisipasi menyukseskan pembangunan bandara di Bali utara karena Perusda merupakan BUMD yang merupakan milik masyarakat Bali.

Dikatakannya, kedua belah pihak akan bekerjasama sesuai dengan kemampuan dan kapasitas masing-masing.

Tambahnya, untuk perencanaan selanjutnya setelah ditandatanganinya MoU adalah membuat pembiayaan dan kontribusi masing-masing secara mendetail.

Untuk tahap awal, kata dia, PT Perusda Bali akan men-support melalui pembangunan infrastrukur berupa Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS) green energy.

Setuju Kerja Sama

Presiden Direktur (Presdir) PT BIBU Panji Sakti, I Made Mangku mengatakan, memang sebaiknya pengerjaan proyek pembangunan bandara di Bali utara ini menggunakan sistem gotong-royong.

“Memang ini pekerjaan besar, memang harus gotong-royong,” ujar Made Mangku.

Dia mengatakan, perbandingan rencana pembiayaan PT BIBU menggarap bandara di Bali utara adalah 53 persen di Indonesia dan 47 persen dari asing.

Halaman
123
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved