Ra Lilur, Penyambung Isyarat dari Beliau yang Selalu Dinanti Telah Berpulang

Dari kecil, Ra Lilur terkenal sebagai sosok jadzab yang sering melakukan hal-hal yang tak dapat dicerna pikiran manusia biasa.

Ra Lilur, Penyambung Isyarat dari Beliau yang Selalu Dinanti Telah Berpulang
surya/ahmad faisol
Ribuan santri, alumni, dan masyarakat turut mengantarkan jenazah Ra Lilur ke komplek Pesarean Syaichona Cholil di Desa Martajasah, Kelurahan Mlajah, Rabu (11/4/2018). Inzet: Ra Lilur.

TRIBUN-BALI.COM - ISMAEL Amin Cholil, yang masih keponakan dari mendiang Ra Lilur menuliskan: "Selamat Jalan Paku Bumi Bangkalan".

Ra Lilur adalah putra dari KH Ahmad Tamyiz dan Ny Romlah.

Ibunya adalah cucu dari Mbah Cholil Bin Abdullathif Bangkalan.

Dari kecil, Ra Lilur terkenal sebagai sosok jadzab yang sering melakukan hal-hal yang tak dapat dicerna pikiran manusia biasa.

Pekikan kalimat Tauhid 'Laa Ilaaha Illallah' terus berkumandang begitu jenazah Ra Lilur mulai diangkat dari kediaman putranya, Ra Bir Aly di Jalan KH Moch Cholil III Kelurahan Demangan, Kecamatan Kota, Bangkalan, Rabu pukul 11.00 WIB.

Kendati matahari berada tepat di atas ubun-ubun, namun tak menyurutkan langkah ribuan santri, alumni, dan masyarakat berjalan kaki sejauh 3 kilometer.

Bahkan sebagian dari mereka nampak berjalan tanpa alas kaki, saling berebut mengangkat ataupun sekadar mendekat ke keranda yang membawa Ra Lilur.

Wafatnya Ra Lilur melengkapi kepergian para kiai sepuh lainnya di Bangkalan.

Seperti KH Fathurrozi, KH Abdullah Schal, dan KH Kholil AG.

Ketiganya adalah kakak kandung Ra Lilur.

Halaman
123
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved