Tanya Kepastian Bandara Bali Utara, Adi Wiryatama: 10 Tahun Lagi Sama Saja Bohong

Pimpinan DPRD Bali mendatangi Kemenko Kamaritiman di Jakarta untuk mendapatkan kepastian pembangunan bandara di Bali utara, Kamis (12/4/2018).

Sebelumnya Luhut sempat melaporkan rekomendasi Bank Dunia atau World Bank soal pembangunan Bandara Internasional Bali Utara ke Presiden Jokowi, 2 Maret 2018.

Menurut rekomendasi Bank Dunia pembangunan Bandara Bali Utara belum perlu, sebaliknya Bank Dunia menyarankan pengembangan landasan pacu Bandara Internasional Ngurah Rai.

Dewan Pilih Laut

Sementara itu, DPRD Bali menginginkan pembangunan Bandara Bali Utara ini berada di laut.

Pertimbangannya, dampak sosialnya yang lebih kecil dibandingkan di darat.

Hal itu dikatakan Sekretaris Komisi III DPRD Bali, I Ketut Kariyasa Adhyana, seusai mendatangi kantor Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman di Jakarta, Kamis kemarin.

"Bupati Buleleng dan Gubernur Bali juga menginginkan di laut," katanya.

Ia menjelaskan misalnya pembangunan bandara dilakukan di darat tentunya harus membebaskan lahan, belum lagi terdapat beberapa pura termasuk mengganti lahan produktif.

"Tentunya kalau di laut tidak dilakukan pembebasan lahan," ujarnya memberi pertimbangan.

Karena itu, kata dia, pihaknya menginginkan secepatnya dipastikan pembangunan bandara itu karena sudah ada pengkajian dan saat itu tinggal menunggu penentuan lokasi (penlok).

Halaman
1234
Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved