Tanya Kepastian Bandara Bali Utara, Adi Wiryatama: 10 Tahun Lagi Sama Saja Bohong

Pimpinan DPRD Bali mendatangi Kemenko Kamaritiman di Jakarta untuk mendapatkan kepastian pembangunan bandara di Bali utara, Kamis (12/4/2018).

Ia juga berharap tidak ada lagi pernyataan-pernyataan yang lain dari pemerintah pusat terkait pembangunan Bandara Bali Utara karena akan berdampak sosial bagi masyarakat Bali.

Seperti diketahui, ada dua investor yang bersaing dalam pembangunan bandara di Bali utara.

Masing-masing PT BIBU Panji Sakti dan PT Pembangunan Bali Mandiri (Pembari).

Kedua investor memiliki memiliki konsep berbeda. PT BIBU mengajukan konsep pembangunan bandara di atas laut, PT Pembari sebaliknya yaitu di darat. Lokasi bandara sama-sama di kawasan Kubu Tambahan.

PT BIBU rencananya akan membangun bandara di atas laut dengan nilai investasi sebesar Rp 27 triliun.

PT BIBU menggandeng perusahaan asing asal Kanada yaitu KINESIS Capital and Investment yang juga menjadi airport konsultan.

PT BIBU merencanakan luas bandara 1.060 hektare dengan panjang landasan 4.100 meter dan fasilitas tambahan yaitu 30 gedung serta terminal seluas 230.000 meter.

Bandara di atas laut ini memiliki dua runway yang dapat dilewati hingga model pesawat yakni Airbus A380 yang memiliki double-deck mewah.

Sementara PT Pembari yang ingin membangun bandara di darat mengklaim telah menyelesaikan kajian kelayakan atau FS selama 3 tahun (2010-2013) oleh Konsultan Independent Landrum and Brown USA bekerjasama PT Tridaya Pamurtya.

Master plan bandara diselesaikan tahun 2014 oleh Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) Universitas Gajah Mada Yogyakarta.

PT Pembari menginvestasikan dana sekitar Rp 5 sampai Rp7 triliun untuk satu runway dengan luas lahan minimal 320 hektare untuk satu terminal.

Sedangkan jika dua runway dan dua terminal akan butuh lahan sekitar 640 hektare.

Berdasarkan hasil studinya, PT Pembari menyebutkan apabila bandara dibangun di darat maka akan menjadi lebih cepat, murah, dan efisien.

Namun demikian, keputusan akhir tetap diserahkan kepada pemerintah. (tribunnews/ant/wem)

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved