Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Terobsesi dengan Kemurnian Ras 'Arya' Jerman, Hitler Perintahkan Pembunuhan Sadis Ini

Sejak tahun 1945, pembunuhan massal terhadap sekitar 6 juta orang Yahudi Eropa dilakukan oleh rezim Nazi Jerman selama Perang Dunia Kedua.

Tayang:
Editor: Ady Sucipto
ist/net
Orang Yahudi di dalam kamp di AUSCHWITZ 

TRIBUN-BALI.COM – Kata Holocaust berasal dari bahasa Yunani ‘holos’ (utuh) dan ‘kaustos’ (terbakar) yang secara historis menggambarkan korban persembahan yang dibakar di atas altar.

Sejak tahun 1945, pembunuhan massal terhadap sekitar 6 juta orang Yahudi Eropa dilakukan oleh rezim Nazi Jerman selama Perang Dunia Kedua.

Dilansir dari laman history.com, pemimpin Nazi, Adolf Hitler, orang Yahudi merupakan ras yang inferior dan ancaman bagi kemurnian ras dan komunitas Jerman.

Hitler terobsesi dengan gagasan superioritas ras murni Jerman yang disebut ‘Aryan’ dan ‘Lebensraum’ atau ruang hidup agar ras tersebut berkembang.

Selama 6 tahun dari tahun 1933, Nazi melakukan Aryanization atau pemecatan terhadap non-Aryan dari layanan sipil dan pembubaran perusahaan-perusahaan milik Yahudi.

Bukan hanya itu, berdasarkan Hukum Nuremberg tahun 1935, orang Yahudi menjadi sasaran penganiayaan.

Pada bulan November 1938, banyak sinagog di Jerman yang dibakar dan jendela di toko-toko Yahudi yang dihancurkan.

Sekitar 100 orang Yahudi terbunuh dan ribuan lainnya ditangkap.

Korban akibat kekejaman Nazi
Korban akibat kekejaman Nazi 

Dari tahun 1933 hingga 1939, ratusan ribu orang Yahudi meninggalkan Jerman dan sisanya tetap bertahan di negara tersebut.

 
Dimulai pada akhir tahun 1941, Jerman mulai mengangkut secara massal penduduk Yahudi dimulai dari yang dianggap lemah, sakit, tua, dan yang sangat muda.

Orang-orang ini kemudian dimasukkan ke dalam sebuah ruangan yang kemudian dipenuhi dengan gas beracun.

Lima pusat pembantaian massal di bangun di kamp-kamp Polandia, antara lain Chelmno, Sobibor, Treblinka, Majdanek dan yang terbesar, Auschwitz-Birkenau.

Selain dibunuh dengan gas beracun, ribuan narapidana Yahudi lainnya mati karena kelaparan dan penyakit.

Diketahui sebanyak 12.000 orang Yahudi terbunuh setiap hari.

Akibat tragedi ini, orang-orang yang selamat dari kamp hampir tidak mungkin untuk kembali ke rumah karena mereka telah kehilangan keluarga mereka.

Dalam upaya menghukum para penjahat Holocaust, Sekutu mengadakan Persidangan Nuremberg 1945-1946.

Hal ini juga bermaksud untuk menciptakan tanah air bagi orang-orang Yahudi yang selamat dari peristiwa Holocaust.

Dalam dekade-dekade berikutnya, keluarga korban yang selamat menuntut ganti rugi atas properti yang disita selama bertahun-tahun oleh Nazi.

Dimulai pada tahun 1953, pemerintah Jerman melakukan pembayaran kepada orang Yahudi.

Ini juga sebagai cara untuk mengakui tanggung jawab atas kejahatan yang dilakukan atas nama mereka. (*)

Sumber: Grid.ID
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
VS
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
VS
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
VS
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
VS
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved