Congekan? Gunakan Getah Pohon Wani, Begini Cara Pengobatannya

Sebagaimana yang termaktub dalam lontar Usada Taru Pramana obatnya adalah getah pohon Wani.

Congekan? Gunakan Getah Pohon Wani, Begini Cara Pengobatannya
Facebook
Congek 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Curek atau congek atau yang dalam bahasa medisnya disebut radang telinga tengah menahun (RTTM) merupakan suatu penyakit telinga dimana telinga penderita akan keluar air.

Bukan air biasa, tapi air encer hingga kental berwarna kuning seperti nanah.

Baunya juga tidak sedap, sehingga tidak jarang orang yang terkena curek akan menutup telinganya dengan kapas agar airnya tidak berleleran keluar telinga.

Hal ini jelas-jelas sangat mengganggu, dan bisa menurunkan rasa percaya diri.

Tapi jangan khawatir, penyakit ini bisa diobati dengan obat tradisional.

Sebagaimana yang termaktub dalam lontar Usada Taru Pramana obatnya adalah getah pohon Wani.

Cara penggunaannya yaitu getah wani tersebut dicampur dengan minyak.

Setelah itu tetesi telinga yang curek.

Secara lengkap dalam teksnya disebutkan sebagai berikut.

Titiang taru wani, akah miwah daun panes, babakan panes, titiang dados anggen tamba curek, rereh getah titiange, ra minyak, raris ketelin karnania.

Artinya: saya pohon wani, akar dan daun hangat, kerikan pohon hangat, saya bisa dipakai obat curek, ambil getah saya, campur dengan minyak, teteskan pada telinga. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved