KPPAD Bali Minta Aparat Lebih Serius Menangani Kasus Persetubuhan Anak di Buleleng

Persetubuhan anak dengan orang dewasa ini jangan lagi menjadi berlarut larut apalagi sudah jelas anak hamil dan mengalami depresi

KPPAD Bali Minta Aparat Lebih Serius Menangani Kasus Persetubuhan Anak di Buleleng
NET
Ilustrasi pencabulan 

TRIBUN-BALI.COM – KPPAD Bali meminta kepada aparat penegak hukum untuk lebih serius menangani kasus persetubuhan anak di bawah umur yang terjadi di Bali.

Saat ini, KPPAD Bali tengah menyoroti kasus yang tindak lanjutnya belum jelas, yaitu kasus persetubuhan anak usia 14 tahun hingga mengalami trauma berat di Buleleng.

“Kasus kejahatan seksual pada anak ini sangat mengkhawatirkan sehingga penanganan pun harus serius,” ujar Komisioner KPPAD Provinsi Bali, Ni Luh Gede Yastini dalam siaran persnya, Rabu (18/4/2018).

Menurutnya harus ada pemahaman yang sama antara aparat penegak hukum, pendamping dan pekerja sosial.

Sehingga lanjutnya, persetubuhan anak dengan orang dewasa ini jangan lagi menjadi berlarut larut apalagi sudah jelas anak hamil dan mengalami depresi karena persitiwa kejahatan asusila yang dialaminya.

Seperti diketahui, kasus dugaan pemerkosaan yang menimpa ISU (14) masih berada di meja penyidik Polres Buleleng, Bali.

Hingga Jumat (13/4/2018) kasus tersebut belum ada kejelasan alias jalan di tempat.

Kondisi ISU yang belum dapat dimintai keteranganya oleh polisi disebut-sebut sebagai penyebabnya.

Kapolres Buleleng, AKBP Suratno mengaku sangat ingin mengungkap dugaan asusila tersebut.

Hal ini dibuktikan lewat koordinasi dengan jaksa penuntut umum.

Namun jaksa, kata AKBP Suratno, menolak jika Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang diberikan hanya di bawah sumpah dan berasal dari keterangan orang yang tidak dalam keadaan sehat jasmani dan rohani.

"Kondisi korban yang masih trauma menjadi kendala kami. Sebab saat melakukan pemeriksaan, pertanyaan pertama yang diberikan adalah memastikan yang bersangkutan (ISU) dalam keadaan sehat jasmani dan rohani. Kalau yang bersangkutan bilang masih trauma kami tentu tidak bisa memaksakan," jelas AKBP Suratno, Kamis (12/4/2018).

Sementara terduga pelaku berinisial IKS (65), yang tidak lain adalah paman ISU, masih mengamankan diri di Mapolres Buleleng.(*)

Penulis: Eviera Paramita Sandi
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved