Breaking News:

Liputan Khusus

Penjualan Ilegal Satwa Langka di Bali Marak Via Facebook, Begini Fakta Dibaliknya

Ia mengatakan, burung dilindungi yang memiliki sertifikat resmi memiliki harga yang jauh lebih mahal daripada harga yang ia tawarkan.

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/Dwi S
grafis 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Perdagangan satwa dilindungi yang masih cukup marak di Bali ternyata tak hanya dilakukan di pasar, tetapi juga lewat media social (medsos).

Di antara satwa dilindungi yang dijual di medsos adalah burung Jalak Bali dan Jalak Putih.

Satu postingan di sebuah grup FB, misalnya, memposting gambar burung yang dikurung dalam sangkar. Sekilas burung itu seperti Jalak Bali.

Namun saat nomor kontak yang tertera di postingan itu dihubungi, burung yang dijual ternyata Jalak Putih.

Burung ini keberadaannya sudah terancam punah, sehingga dilindungi oleh pemerintah berdasarkan Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 7 tahun 1999.

Saat dihubungi, penjual Jalak di grup FB itu mengaku tidak memiliki surat-surat ataupun sertifikat resmi dari BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) untuk menjual burung itu.

Ia mengatakan, burung dilindungi yang memiliki sertifikat resmi memiliki harga yang jauh lebih mahal daripada harga yang ia tawarkan.

Burung Jalak Putih yang ia jual dibanderol Rp 1,2 juta per ekor.

 “Surat-surat gak ada bos. Kalau ada surat-suratnya, ya harganya bukan segitu, pasti lebih mahal bos,” kata si penjual saat dihubungi Tribun Bali pekan lalu.

Petugas BKSDA Bali membenarkan bahwa perdagangan satwa dilindungi sudah menggunakan medsos seperti facebook.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved