Gerindra Sebut Prabowo Jadi Capres adalah Harga Mati, Begini Alasannya

Elite Partai Gerindra menegaskan tidak ada opsi Prabowo Subianto menjadi calon wakil presiden (cawapres) pendamping Joko Widodo (Jokowi).

Gerindra Sebut Prabowo Jadi Capres adalah Harga Mati, Begini Alasannya
Tribunnews/Dany Permana
Prabowo Subianto 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Elite Partai Gerindra menegaskan tidak ada opsi Prabowo Subianto menjadi calon wakil presiden (cawapres) pendamping Joko Widodo (Jokowi).

Hal itu dikatakan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Sufmi Dasco Ahmad menanggapi pernyataan Sekjen PPP Arsul Sani yang mengatakan Gerindra masih membuka opsi Prabowo Subianto menjadi cawapres pendamping Jokowi.

"Nggak ada. Clear nggak ada," tegas Sufmi Dasco ketika dikonfirmasi Tribunnews.com, Jumat (20/4/2018).

 
Ketua Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) itu menegaskan, Prabowo menjadi capres sudah harga mati sesuai dengan amanah Rakornas Gerindra.

"Itu sudah amanat Rakornas Partai Gerindra yang meminta Pak Prabowo menjadi capres," tegas Sufmi Dasco.

Sufmi juga menegaskan, kalau ada elite Gerindra yang mau mengarah kepada opsi tersebut akan kena semprit.

Sebelumnya, Sekjen PPP Arsul Sani menilai, Gerindra masih membuka opsi Prabowo Subianto menjadi calon wakil presiden (cawapres) pendamping Jokowi.

Menurut Arsul, saat bertemu Ketua Umum PPP Romahurmuziy, Ketua Tim Sukses Pemenangan Gerindra untuk Pilpres 2019, Sandiaga Uno, menyampaikan bahwa opsi tersebut masih dibahas.

Artikel ini telah tayang di Tribunnews.com dengan judul Gerindra: Prabowo Jadi Capres Sudah Harga Mati, Tak Ada Opsi untuk Jadi Pendamping Jokowi,

Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved