Turis Naik ke Padmasana Pura, Pasek Suardika: Bisa Diproses Hukum dan Share ke Seluruh Dunia

Karena keberadaan guide atau pramuwisata yang disebutnya abal-abal itu, banyak wisatawan yang tidak tahu tentang nilai-nilai yang ada di Bali.

Turis Naik ke Padmasana Pura, Pasek Suardika: Bisa Diproses Hukum dan Share ke Seluruh Dunia
Istimewa
Gede Pasek Suardika (GPS) 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI daerah pemilihan (dapil) Bali, Gede Pasek Suardika, juga angkat bicara mengenai kejadian turis asing naik dan duduk di padmasana Pura Gelap Besakih.

Dihubungi Tribun Bali pada Kamis (19/4/2018) sore, Gede Pasek mengatakan bahwa kejadian itu merupakan sisi gelap dari pariwisata Bali.

Baca: Turis Duduk di Padmasana Pura Gelap Besakih, Aris Sarankan Pidana untuk Efek Jera

Baca: Video Bule Naik Padmasana Viral, Akun Bernat yang Unggah Permintaan Maaf Lenyap

"Yang pertama ini kan sisi gelap pariwisata kita, di mana memang ada perubahan dan kelemahan pariwisata kita yang terlalu condong kepada industrialisasi, sehingga proses sosialisasi tentang apa dan bagaimana Bali itu sudah bermasalah sejak awal. Itu dimulai dari para guide yang tidak menguasai materi-materi tentang Bali, dan hal itu begitu liar terjadi di Bali," kata Gede Pasek.

Karena keberadaan guide atau pramuwisata yang disebutnya abal-abal itu, banyak wisatawan yang tidak tahu tentang nilai-nilai yang ada di Bali.

Sebagai jiwa petualang, kata Pasek, tentu ada juga di antara para wisatawan yang ingin merasakan apa yang dilakukan orang-orang Bali.

Seorang bule nampak duduk di padmasana Pura Gelap Besakih, Karangasem.
Seorang bule nampak duduk di padmasana Pura Gelap Besakih, Karangasem. (net)

Misalnya, ingin menari Bali, dan keinginan tersebut bisa mendorong wisatawan melakukan sesuatu yang lain, yang kurang pantas.

Gede Pasek juga mengatakan, turis yang naik ke padmasana itu bisa diproses secara hukum.

Hal ini juga sekaligus dijadikan sebagai momentum untuk mendidik wisatawan dan harus disebarluaskan ke seluruh dunia.

Halaman
1234
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved