Serba Serbi

Ilmu Mistik, Jampi-jampi, hingga Mantra Adalah Karya Sastra

Ia menambahkan karya sastra itu bukan fiksi semata akan tetapi sesuatu yang fungsional sebagai penunjang kebudayaan Bali.

Ilmu Mistik, Jampi-jampi, hingga Mantra Adalah Karya Sastra
Tribun Bali/I Putu Supartika
Forum Diskusi Sastra di LPMP Bali 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Ketua Balai Bahasa Bali, I Wayan Tama saat acara Forum Diskusi Sastra di Aula LPMP Bali, Minggu (22/4/2018) mengatakan bahwa leluhur saat melakukan aktivitas selalu dilandasi oleh nilai-nilai sastra, mulai dari menyapu, memasak hingga aktivitas lainnya.

"Literasi orang Bali sesungguhnya luar biasa, karena dari bayi sudah diajari sastra sampai akhir hidupnya dekat dengan sastra. Sastra itu menyangkut kepercayaan dan semua itu bersumber dari sastra," kata Tama.

Ia menambahkan karya sastra itu bukan fiksi semata akan tetapi sesuatu yang fungsional sebagai penunjang kebudayaan Bali.

Hal itu merupakan jati diri orang Bali dan termasuk hubungan dalam Tri Pramana.

Sastra yang berkaitan dengan hubungan Manusia dengan Tuhan disampaikan dalam bentuk kidung, kekawin, maupun mantra.

Sementara terkait hubungan manusia dengan sesama dalam sastra memuat norma formal maupun non formal tentang kehidupan bermasyarakat.

Hubungan manusia dengan lingkungan tercermin dalam pemberian nilai pada air, tumbuhan, maupun hewan lewat karya sastra.

"Karya sastra itu menyangkut kuliner, sistem kepercayaan, kepemimpinan, gambelan, seni, pertanian, pengobatan, maupun seksualitas," imbuh Tama. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved