Hari Kartini

Jadi Peserta Lomba Panah Tradisional Termuda, Isna Menginspirasi Teman Sebayanya

Isna jadi peserta lomba panah tradisional termuda dalam acara Jepun Bali Tradisional Archery Community

Jadi Peserta Lomba Panah Tradisional Termuda, Isna Menginspirasi Teman Sebayanya
Tribun Bali/Busrah Ardans
Isna dengan Kakaknya mengikuti lomba di Istana Jepun Tradisional Archery, Minggu, (22/4/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Busrah Hisam Ardans

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Peserta Lomba Panah Tradisional Termuda di Jepun Bali Tradisional Archery Community yang diadakan di Istana Taman Jepun pukul 08.00 wita.

Ialah Isna, anak berusia 6 Tahun yang merupakan peserta lomba termuda dalam perhelatan ini.

Aris, Ibu dari Isna saat diwawancara Tribun Bali di lokasi membenarkan jika anaknya ialah peserta termuda saat ini.

"Iya, sekarang umurnya 6 Tahun dan masih duduk di TK. Awalnya kami tidak paksa dia. Dia coba-coba saja sampai akhirnya senang. Seperti main game kata dia untuk bisa menembak panah tepat ke sasaran," jelas Aris sambil membimbing anaknya.

Aris menuturkan, olahraga ini bagus untuk membangun konsentrasinya.

Isna sudah berlatih olahraga panahan sejak satu tahun yang lalu.

Ketika mengikuti perlombaan di Solo dan Jogja, Isna meraih juara 2.

Sementara itu, lomba terakhir yang diikutinya di Gianyar, membawa Isna mendapatkan juara 1.

"Kalau di rumah latihan paling lama setengah jam-an, karena masih kecil jadi biasa bergantung mood-nya. Sejak menjuarai event sebelumnya, Isna telah menginspirasi banyak temannya, sampai saat ini ada 10 orang yang tidak mau kalah dari dia, mereka juga sudah ikut lomba," jelas Aris.

Ketika ditanya alasannya kenapa suka dengan olahraga panah tradisional, ia mengaku permainannya seru.

Saat menanyai Isna mengapa suka dengan olahraga panah tradisional ini kata dia karena seru.

"Karena seru (permainannya)," kata Isna singkat.

Aris berharap, dengan bertepatan Hari Kartini ini putri kecilnya bisa menginspirasi banyak perempuan, apalagi ini olahraga tradisional yang harus dilestarikan.

"Selain itu semoga dia bisa tumbuh jadi perempuan mandiri dan bisa menemukan jati dirinya," ujarnya.(*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved