Peredaran Obat Kuat Ilegal Jadi Bukti Permintaan Pasar di Bali Masih Tinggi

Kepala BBPOM Denpasar, Dra. I Gusti Ayu Adhi Aryapatni belum bisa memastikan seberapa banyak pengguna obat kuat

Peredaran Obat Kuat Ilegal Jadi Bukti Permintaan Pasar di Bali Masih Tinggi
tribunnews.com
ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala BBPOM (Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan) Denpasar, Dra. I Gusti Ayu Adhi Aryapatni belum bisa memastikan seberapa banyak pengguna obat kuat di kalangan masyarakat, khususnya penderita gangguan atau disfungsi seksual.

Namun diungkapkannya bahwa sepanjang masa pengawasan secara rutin, pihak BBPOM Denpasar masih menjumpai obat kuat ilegal yang beredar di pasaran.

"Bisa jadi ini menunjukkan bahwa tingkat demand (permintaan) pasar di Bali masih tinggi. Buktinya, setiap tahun kita masih saja menemukan produk-produk obat kuat ilegal ini beredar," ungkap Gusti Ayu Adhi Aryapatni saat dihubungi  Tribun Bali melalui telepon, Sabtu (21/4/2018) malam.

Meski demikian, Aryapatni menambahkan, pihaknya belum bisa memastikan berapa angka permintaan pasar di Bali.

Sebab, BBPOM Denpasar belum melakukan survei terkait hal ini.

Kendati demikian, ia menghimbau masyarakat untuk menggunakan produk obat kuat dan obat-obatan lainnya yang sudah lulus izin edar BBPOM.

"Selain itu penggunaannya sebaiknya sesuai anjuran dokter," tandas Aryapatni.(*)

Penulis: eurazmy
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved