Gara-gara Teriakan Perempuan Ini, Aksi Jambret Putu Agus Kurniawan Berakhir Oleh Tim Polsek Kuta

Mengaku baru pertama kali, I Putu Agus Kurniawan di tangkap oleh polsek Kuta terkait penjambretan.

Gara-gara Teriakan Perempuan Ini, Aksi Jambret Putu Agus Kurniawan Berakhir Oleh Tim Polsek Kuta
Tribun Bali/Rino Gale
Jajaran Polsek Kuta memajang pelaku jambret bernama I Putu Agus Kurniawan (34) asal Jembrana, Senin (23/4/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Mengaku baru pertama kali, I Putu Agus Kurniawan di tangkap oleh polsek Kuta terkait penjambretan.

Press release bertempat di teras monumen peringatan Bom Bali satu di Jalan Legian, Kuta Badung, Senin (23/4/2018).

Korban bernama I Putu Agus Kurniawan (34) laki-laki, alamat tetap Banjar Pulukan, Desa Pulukan, Kecamatan Pekutatan Jembrana.

Kapolsek Kuta I Nyoman Wirajaya menjelaskan, pada hari kamis (19/4/2018) sekitar pukul 02.15 Wita, saat pelapor atau korban hendak pulang ke kos, tiba-tiba datang dari arah belakang seorang laki-laki dengan mengendarai motor menarik tas korban, yang mana mengakibatkan korban terjatuh dan terseret hingga mengalami luka serta lecet.

"Kejadian tersebut mengalami Rp 2,5 juta," ujarnya.

Kemudian tim opsnal Polsek Kuta yang dipimpin Panit Reskrim Iptu Budi Artama, melakukan patroli di seputar jalan Mataram, Kuta Badung.

Tiba-tiba ketika melakukan gelar patroli, anggota mendengar adanya teriakan seorang perempuan, karena merasa ada yang janggal, tim langsung bergerak mencari sumber teriakan suara tersebut.

Setelah ditemukan, ternyata suara tersebut adalah seorang perempuan dari korban aksi penjambretan.

Saat itu juga tim opsnal langsung mengejar pelaku yang kemudian diamankan tidak jauh dari TKP, dan langsung di bawa ke Polsek Kuta untuk dilakukan introgasi.

Korban tersebut bernama Rezky Cahyaningrun (21) perempuan asal Banyumas, Purwokerto, Jawa Tengah.

Adapun barang bukti yakni 1 unit sepeda motor honda vario warna putih DK 6410 UJ, 1 buah tas, 1 buah power bank, ATM, KTP, Rokok, obat sakit gigi, dan headset.

Lanjutnya, dari hasil introgasi bahwa pelaku mengakui perbuatannya yang telah menarik tas milik korban dan mengakui perbuatan tindakan jambret ini baru pertama kali dilakukannya.

Atas tindakan pidana "pencurian" tersebut, pelaku terancam pasal 363 KUHP dengan ancaman 7 tahun penjara. 

"Ya dengan ancaman tujuh tahun penjara" katanya. (*) 

Penulis: Rino Gale
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved