Sewa 20 Komputer, UNBK SMP 1 Denpasar Diikuti 292 Peserta

Komputer yang digunakan sebanyak 100 unit dan untuk cadangan menyewa sebanyak 20 unit karena kekurangan komputer.

Sewa 20 Komputer, UNBK SMP 1 Denpasar Diikuti 292 Peserta
Tribunnews
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Hari ini, Senin (23/4/2018) adalah hari pertama pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) maupun Ujian Nasional Berbasis Kertas dan Pensil (UNKP) untuk jenjang SMP/MTs

Salah satu sekolah yang menyelenggarakan UNBK adalah SMP Negeri 1 Denpasar.

Menurut Kepala SMP Negeri 1 Denpasar, AA Gede Agung Rimbya Temaja mengatakan peserta UNBK di SMP Negeri 1 Denpasar sebanyak 292 orang. 

Pihaknya sangat optimis akan mencapai target yaitu rata-rata 9.50.

"Untuk persiapan Ujian Nasional di SMP 1 ini kita sudah luar biasa, dari Semester 2 kita sudah bahas kisi-kisi Ujian Nasional lewat CBT. Selain itu saat semester 1 kelas VII, VIII, dan IX juga ada les sore. Setiap minggunya juga ada soal untuk siswa yang dibuat oleh guru-guru di sini. Ini persiapannya sudah matang sekali. Mudah-mudahan target rata-rata 9.50 bisa tercapai," kata Rimbya yang ditemui Senin (23/4/2018) pagi. 

Sebelumnya memang belum mencapai target, namun bercermin dari rata-rata ujian nasional tahun 2013 yang mendapat rata-rata 9.62 pihaknya optimis bisa mencapai target tersebut.

Untuk UNBK ini, Rimbya mengatakan semuanya telah dipersiapkan dengan matang, apalagi sekolah ini sudah berpengalaman sebelumnya dan berjalan dengan baik.

UNBK ini dilaksanakan tiga sesi menggunakan tiga ruangan dimana setiap ruangan berisi rata-rata 32 siswa.

Komputer yang digunakan sebanyak 100 unit dan untuk cadangan menyewa sebanyak 20 unit karena kekurangan komputer.

"Kita sewa 20 untuk cadangan menggunakan dana dari komite dan dibantu SMP Bhakti Wedanta karena ada 8 orang siswa dari sana yang ikut ujian di sini," ujarnya.

Selain itu, untuk kelancaran pelaksanaan UNBK ini siswa dan pengawas tidak diperkenankan membawa barang elektronik dan juga tas ke dalam ruangan.

"Kalau ada pengawas ditemukan melanggar ditegur dulu, kalau tetep tidak bisa kita ganti kan ada cadangan. Sudah rapat berkali-kali terkait ini dan saya juga sudah bacakan tata tertibnya," imbuhnya.

Untuk hari pertama, mata pelajaran yang diujikan yaitu Bahasa Indonesia. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved