Ombak di Pantai Watu Klotok Capai 5 Meter, Banyak Yang Takut Meski Hanya Mandi

Upaya yang dilakukan tim gabungan menggunakan tiga perahu karet dan kapal searider belum juga membuahkan hasil.

Ombak di Pantai Watu Klotok Capai 5 Meter, Banyak Yang Takut Meski Hanya Mandi
Tribun Bali/Firizqi Irwan
Pesisir Pantai Watu Klotok, Desa Tojan, Klungkung masih dipadati oleh warga sekitar, Senin (23/4/2018). 

TRIBUN-BALI.COM - PENCARIAN terhadap ketiga warga yang hanyut, Ni Wayan Sutami (52), I Kadek Sudiasta alias Sobra (30), dan Wayan Budiastrawan alias Wayan Saplag (25), belum menemukan hasil hingga Selasa (24/4/2018) pukul 17.40 Wita.

Pencarian akan dilanjutkan hari ini.

Kordinator Pos SAR Karangsem, I Wayan Suwena, ditemui di Pantai Watu Klotok sore kemarin mengatakan tim gabungan sudah melakukan pencarian terhadap korban dari lokasi terseret ombak sampai ke timur di Kusamba dan ke barat di wilayah Sidayu.

Namun upaya yang dilakukan tim gabungan menggunakan tiga perahu karet dan kapal searider belum juga membuahkan hasil.

Belum ada tanda-tanda ketiga warga yang hanyut ditemukan.

Putra dari Ni Wayan Sutami, I Komang Sutrisna, tampak syok dan menangis histeris setelah mengetahui ibunya hilang tergulung ombak di Pantai Watu Klotok, Senin (23/4/2018).
Putra dari Ni Wayan Sutami, I Komang Sutrisna, tampak syok dan menangis histeris setelah mengetahui ibunya hilang tergulung ombak di Pantai Watu Klotok, Senin (23/4/2018). (Tribun Bali / Eka Mita Suputra)

“Batas waktu pencarian kita lakukan sampai seminggu. Pencarian hari pertama kita lakukan sampai matahari terbenam. Malamnya ada tim standby di pantai untuk melakukan penyisiran,” ujar Suwena, kemarin.

Suwena menyebut kondisi gelombang di Pantai Watu Klotok cukup besar.

Ketinggian ombak diperkirakan mencapai empat meter sehingga tim tidak bisa menurunkan perahu karet langsung di Pantai Watu Klotok.

Penurunan alat seperti perahu karet dan kapal lainnya dilakukan dari Pantai Kusamba.

“Dilihat dari kondisi ombak, Pantai Watu Klotok memang rawan karena ombak besar. Orang yang mandi di sini saja masih was-was tidak seperti di pantai yang lain,” katanya. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved