Pementasan Calonarang Watangan Mebakar Pasraman Cakra Ca Buana, Begini Saran Polisi

ebanyak sepuluh personel Polsek Selemadeg Timur akan diturunkan untuk melaksanakan pengamanan untuk pementasan Calonarang yang digelar Pasraman

Pementasan Calonarang Watangan Mebakar Pasraman Cakra Ca Buana, Begini Saran Polisi
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
Suasana panggung untuk pementasan calonarang watangan mebakar di Banjar Temuku Aya, Desa Tanguntiti, Selemadeg Timur, Tabanan, Senin (23/4).    

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Sebanyak sepuluh personel Polsek Selemadeg Timur akan diturunkan untuk melaksanakan pengamanan untuk pementasan Calonarang yang digelar Pasraman Cakra Ca Buana di Banjar Temuku Aya, Desa Tanguntiti, Selemadeg Timur, Tabanan, akan digelar hari ini, Anggara Wage Gumbreg, Selasa (24/4)  tengah malam.

Kapolsek Selemadeg Timur, AKP I Putu Oka Suyasa menyebutkan, pihaknya akan melakukan pengamanan dengan menerjunkan sepuluh orang personelnya.

"Kami akan terjunkan sebanyak 10 personel kami untuk melakukan pengamanan selama pertunjukkan calonarang tersebut," kata AKP Suyasa, Selasa (24/4/2018). 

Selain menerjunkan personel, kata dia, juga akan bersinergi dengan para pecalang desa adat setempat agar situasi pementasan berjalan aman dan lancar. 

Dia menegaskan, selain personel juga sudah memberikan perintah terhadap penyelenggara pementasan agar menyiapkan alat pemadam kebakaran atau minimal menyiapkan alat pemadam api yang menggunakan ringan atau tabung.

"Kami sudah sarankan ke penyelenggara, minimal siapkan alat pemadam api dua unit atau lebih lah. Hal itu untuk mengantisipasi saja ketika terjadi hal yang tak diinginkan," tegasnya.

Suyasa juga menerangkan, pihaknya sudah mengeluarkan rekomendasi atas izin yang telah diajukan oleh panitia terkait pementasan Calonarang Watangan mebakar. Sehingga selama acara berlangsung anggota akan berjaga.

"Seluruh anggota Selemadeg Timur kami turunkan untuk acara hari ini  (kemarin)," terang AKP Suyasa

Seperti diketahui, pertunjukkan calonarang kali ini berbeda dengan biasanya, yakni dengan melaksanakan ritual pamurub ajian geni astra atau dengan menggunakan watangan mebakar  (Mayat Dibakar) dengan judul Nyai Ratna Sumedang.

Pertunjukkan yang digagas oleh pemegang calonarang atau nabe calonarang I Bagus Putu Budi Adnya (48) melibatkan siswa di pasramannya untuk menjadi watangan yakni Ketut Suwitna. 

Halaman
1234
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved