Jenazah Mengapung Saat Upacara Pakelem Berlangsung

Suara genta dan alunan mantra-mantra Jro Mangku Ketut Gubah diiringi kidung dari kerabat para korban hanyut

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Suara genta dan alunan mantra-mantra Jro Mangku Ketut Gubah diiringi kidung dari kerabat para korban hanyut, terdengar mengalun pada upacara ngaturan pakelem di bibir Pantai Watu Klotok, Desa Tojan, Kabupaten Klungkung, Selasa (24/4/2018) siang.

Di saat ritual pakelem sedang berlangsung, tiba-tiba terlihat sosok berwana kuning mengapung di laut.

Jaraknya tepat garis lurus sekitar 300 meter dari lokasi ritual ngaturang pakelem.

"Itu jenazah Sobra! Dia saat hilang menggunakan baju berwana kuning," teriak seorang kerabat Sobra, yang langsung memecah keheningan.

Saat itu waktu menunjukkan pukul 13.18 Wita, atau sekitar 18 menit sejak ritual ngaturan pakelem dimulai.

Suasana pun berubah jadi riuh.

Tapi Jro Mangku Ketut Gubah bergeming.

Ia tetap menunduk, memejamkan mata, dan terus mengucap mantra.

Seorang pewarta foto lalu coba mengambil gambar benda berwarna kuning tersebut menggunakan lensa tele, dan tampak terlihat jelas sosok berwana kuning itu adalah tubuh manusia yang mengapung.

Meskipun tim RAPI Klungkung sudah menginformasikan benda kuning itu, selama 30 menit belum ada tampak boat Basarnas mendekati sosok berwarna kuning tersebut.

Halaman
1234
Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved