Sebelum Hanyut Ketika Melukat, Suami Sutami Bermimpi Gigi Depannya Tanggal

Maksud hati ingin berobat dan sembuh dari penyakit asma, Ni Wayan Sutami (52) justru harus menemui ajalnya

Sebelum Hanyut Ketika Melukat, Suami Sutami Bermimpi Gigi Depannya Tanggal
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
tenggelam 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Maksud hati ingin berobat dan sembuh dari penyakit asma, Ni Wayan Sutami (52) justru harus menemui ajalnya.

Sutami bersama suaminya terseret ombak saat menjalankan prosesi pengobatan secara niskala, yakni malukat, di Pantai Watu Klotok.

Sang suami, Nengah Karna, berhasil selamat, namun Sutami ditemukan meninggal dunia, Selasa (24/4/2018).

Komang Sutrisna (22), anak korban yang juga anggota Polda Bali, sangat terpukul dengan kematian ibunya.

Ditemani kerabat lain, ia tampak terduduk bersandar di pilar bangunan kamar jenazah RSUP Sanglah, Denpasar, kemarin sore.

Ayah kandung korban, Nengah Sutami (76), juga tidak menyangka jika dalam proses pengobatan anaknya ini berujung tragis.

Dikatakan Nengah Sutami, anaknya menderita sakit asma sudah sejak beberapa tahun.

Setelah berkonsultasi dengan balian (dukun), ia dianjurkan untuk menjalani proses pengobatan secara niskala, yakni malukat.

"Karena memang sesak napasnya ini sering kumat, pihak keluarga mencarikan seorang balian. Oleh balian akhirnya disarankan untuk malukat setiap hari Senin. Kemarin, itu proses malukat ketiga kalinya," ungkapnya kepada Tribun Bali di Instalasi Forensik RS Sanglah, Selasa (24/4/2018).

Sementara sang anak, Komang Sutrisna, menuturkan firasat akan kejadian janggal yang dialami ayahnya.

Halaman
123
Penulis: eurazmy
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved