Ternyata Ini Pelanggaran Terbanyak di Operasi Patuh, Jumlah Korban Meninggal Meningkat di 2017

Dia berharap agar operasi tahun ini dapat berkurang dan menekan jumlah korban fatalitas dan meminimalisir kemacetan lalulintas

Ternyata Ini Pelanggaran Terbanyak di Operasi Patuh, Jumlah Korban Meninggal Meningkat di 2017
Istimewa
Upacara operasi patuh, Kamis (26/4/2018) di Mapolda Bali pagi tadi. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Busrah Hisam Ardans

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Waka Polda Bali Brigjen Pol Drs I Gede Alit Widana dalam sambutannya menyebutkan jumlah kecelakaan lalulintas dalam operasi patuh tahun 2017 secara nasional mengalami penurunan pada periode yang sama pada tahun 2016.

Dia berharap agar operasi tahun ini dapat berkurang dan menekan jumlah korban fatalitas dan meminimalisir kemacetan lalulintas agar terwujudnya kamseltibcarlantas yang mantap.

"2017 terjadi kecelakaan dalam operasi patuh yakni 2.023 laka lantas, berkurang 239 dari total 2.542 pada periode operasi patuh yang sama pada tahun 2016," kata Gede Alit.

Selain itu, ia menjelaskan jumlah pelanggaran yang terjadi pada tahun 2017 dalam operasi patuh secara nasional, berjumlah 841.244 pelanggaran.

"Jika dibandingkan tahun 2017 dan 2016 dalam operasi patuh pada tahun 2017 terjadi peningkatan sebesar 12 persen dari tahun 2016 dengan jumlah tilang sebanyak 676.317 lembar dan jumlah teguran 164.927 teguran." terangnya.

Sementara jumlah korban meninggal secara nasional dalam operasi patuh 2017 sebesar 420 orang.

Mengalami peningkatan sebanyak 8 orang dari total 412 di tahun 2016 dalam periode Operasi Patuh yang sama.

Selanjutnya kata dia dari evaluasi di atas secara umum pelanggaran terbanyak diakibatkan oleh tidak lengkapnya surat kendaraan, safety belt, dan pelanggaran terhadap rambu marka jalan.

Operasi Patuh sendiri memang dilaksanakan setiap tahun sebelum operasi ketupat yang dilaksanakan selama 14 hari. (*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved