Bupati Anas Baca Puisi di Kemah Sastra Nasional Banyuwangi

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sebagai tuan rumah Kemah Sastra Nasional ikut tampil berpuisi bersama D. Zawawi Imron

Bupati Anas Baca Puisi di Kemah Sastra Nasional Banyuwangi
Surya/Istimewa
Bupati Anas didampingi Zawawi Imron, membaca puisi berjudul Desaku di Kemah Sastra Nasional. 

TRIBUN-BALI.COM, BANYUWANGI - Banyuwangi menggelar Kemah Sastra Nasional yang diikuti ratusan pegiat sastra dalam dan luar negeri, di Jiwa Jawa Resor, Ijen, Sabtu (28/4/2018). ‎

Bupati Banyuwangi Abdullah Azwar Anas sebagai tuan rumah ikut tampil berpuisi.

Anas membaca puisi bareng penyair berjuluk “Si Celurit Emas”, D. Zawawi Imron, yang berjudul “Desaku”.

Anas membacakan dua bait pertama, selebihnya Zawawi yang menuntaskan pembacaan puisi tersebut.

Berikut penggalan puisi “Desaku”.
Di Jembatan itu kudengar bisik sejarah
Aku Tak Tahu, siang ini manakah yang lebih berkobar
Matahariku atau Darahku
Yang mendesarkan makna air sungai
Sebelum tiba di gerbang muara?

Zawawi mengatakan, puisi itu dia tulis saat melakukan perjalanan ke desa-desa di Kabupaten Banyuwangi pada 1967.

Hasilnya, Zawawi memperoleh juara puisi terbaik se-Indonesia pada 1979.

“Banyuwangi selalu menginspirasi saya. Saya merasa senang karena Banyuwangi rajin membuat festival sastra di tengah tergerusnya budaya literasi sekarang ini,” kata Zawawi.

Kemah Sastra Nasional berisikan sejumlah rangkaian acara, mulai dari workshop penulisan cerpen dan puisi, pembacaan puisi dan monolog, serta peluncuran sejumlah buku sastra.

Salah satu buku yang diluncurkan adalah antologi puisi “Senyuman Lembah Ijen” yang memuat 190 puisi tentang keindahan dan kehidupan di Gunung Ijen.

Halaman
12
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved