Masih Banyak Yang Percaya Ritual Sanggaran, Diyakini Mampu Mengabulkan Segala Permintaan

Ritual sanggaran ini dimulai dengan pengambilan nomor yang dianggap sebagai keberuntungan.

Masih Banyak Yang Percaya Ritual Sanggaran, Diyakini Mampu Mengabulkan Segala Permintaan
(Ariska Anggraini)
Seorang Kuncen di Makam Yosodipuro I sedang berdoa 

TRIBUN-BALI.COM, BOYOLALI - Kemajuan teknologi yang terus bergerak pesat, ternyata tak mampu melunturkan kepercayaan masyarakat, untuk mempercayai beragam mitos di dalam kehidupan mereka.

Salah satu mitos yang dipercaya hingga saat ini oleh sebagian masyarakat Jawa adalah ritual sanggaran yang dipercaya mampu mengabulkan semua permintaan.

Terkait dengan kepercayaan itu, banyak orang dari berbagai daerah mendatangi makam Raden Ngabehi Yosodipuro I, yang terletak di Desa Bendan, Kecamatan Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah.

Kawasan makam Raden Ngabehi Yosodipuro telah menjadi kawasan wisata ziarah, dan setiap malam Jumat Pahing, dalam penanggalan Jawa, selalu diadakan ritual sanggaran.

"Malam Jumat Pahing itu kelahiran Raden Ngabehi Yodosipuro I, Dia itu eyang buyutnya Ranggawarsito."

"Makanya, ritual sanggaran itu diadakan setiap malam Jumat Pahing," ucap Sucoyo, selaku juru kunci makam tersebut.

Ritual sanggaran ini dimulai dengan pengambilan nomor yang dianggap sebagai keberuntungan.

Kemudian, para peziarah diwajibkan membawa bunga yang nantinya akan didoakan oleh seorang kuncen makam.

Setelah itu, mereka diharuskan menaburkan bunga tersebut di atas makam Raden Yosodipuro I sembari mengucapkan doa atau hal yang menjadi keinginannya.

Berendam

Halaman
123
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved