Breaking News:

Gunung Agung Terkini

Status Level III Namun Gunung Agung Kembali Erupsi? Begini Penjelasan PVMBG

Gunungapi Agung kembali menunjukkan aktivitasnya yang tinggi di tengah statusnya di Level III (Siaga).

Istimewa
Gunung Agung alami erupsi pada Senin malam (22/3/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Gunungapi Agung kembali menunjukkan aktivitasnya yang tinggi di tengah statusnya di Level III (Siaga).

Gunung Agung mengalami erupsi Senin (30/4) sekira pukul 22.45 Wita dengan tinggi kolom abu teramati 1.500 meter di atas puncak (4.642 m di atas permukaan laut).

Tercatat terdapat Amplitudo maximum 23 mm dan lama gempa 172 detik serta angin mengarah ke barat.

"Dengan erupsi malam ini, saya sih ngga terkejut, makanya kita masih tetap di status Level III. Kalau gempa berkurang, aktivitasnya bisa jadi turun, tapi bisa jadi juga karena ada penyumbatan dan akumulasi energi di kedalaman dangkal," jelas Kepala Sub-Bidang Mitigasi Pemantauan Gunungapi Wilayah Timur PVMBG, Devy Kamil Syahbana.

Devy Kamil mengingatkan bahwa erupsi tidak selalu terjadi pada saat gempa jumlahnya paling banyak.

Seperti pada bulan September-Oktober 2017 lalu gempa sampai seribuan per hari tapi erupsi justru terjadi pada saat gempa rendah jumlahnya di bulan November 2017. 

Sementara itu dari laporan terkini PVMBG periode pukul 00.00-06.00 Wita sebagai berikut.

MAGMA-VAR ::::

LAPORAN AKTIVITAS GUNUNGAPI

PERIODE PENGAMATAN
01-05-2018 00:00-06:00 WITA

GUNUNGAPI
Agung (3142 mdpl),
Karangasem,
Bali

METEOROLOGI
Cuaca cerah. Angin bertiup lemah ke arah barat. Suhu udara 20-22 °C dan kelembaban udara 78-87 %.

VISUAL
● Gunung jelas. Asap kawah tidak teramati.

KEGEMPAAN
■ Hembusan
(Jumlah : 3, Amplitudo : 2-3 mm, Durasi : 24-36 detik)
■ Tektonik Jauh
(Jumlah : 1, Amplitudo : 3 mm, S-P : 18 detik, Durasi : 84 detik)

KETERANGAN LAIN
Nihil

KESIMPULAN
Tingkat Aktivitas G. Agung Level III (Siaga)

REKOMENDASI
(1) Masyarakat di sekitar G. Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari Kawah Puncak G. Agung. Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan G. Agung yang paling aktual/terbaru.
(2) Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak. Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.

PENYUSUN LAPORAN
Anwar Sidiq

SUMBER DATA
KESDM, Badan Geologi, PVMBG
Pos Pengamatan Gunungapi Agung
https://magma.vsi.esdm.go.id/

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved