Breaking News:

Garang di Langit, Biaya Operasional Jet Tempur Sukhoi TNI AU Fantastis Setara Harga Mobil Ini

Sebagai produsen jet-jet tempur Sukhoi seperti Su-27/30 dan Su-35, para pilot tempur Rusia yang biasa menerbangkan Sukhoi ternyata

Editor: Ady Sucipto
Tribunnews Batam/Argianto
Pesawat tempur milik TNI AU dari lanud Hasanuddin Makassar terparkir di Bandara Hang Nadim, Batam, Kepulauan Riau (Kepri), Selasa (28/10/2014). 

Misalnya saja tentara RI menggunakan senjata-senjata buatan AS untuk menangani para pelintas batas ilegal  yang menyeberangi perbatasan NTT dan Timor Leste. 

Pemerintah AS  yang kemudian marah bisa berakibat pada sangsi berupa embargo senjata. 

Berdasar embargo senjata yang pernah dialami maka ketika TNI membeli altsista dari Rusia dan AS sekaligus, merasa lebih diuntungkan. 

Pasalnya jika salah satu dari kedua negara itu menerapkan embargo persenjataan militer ke Indonesia, TNI masih bisa mengandalkan satu negara lainnya. 

Tapi mengoperasikan alutsista produk AS dan Rusia sebenarnya tidak sama. 

Misalnya saja, Rusia merasa heran karena jet-jet tempur Sukhoi oleh TNI AU digunakan untuk latihan terbang dan pertunjukkan aerobatik. 

Padahal di Rusia, jet-jet tempur Sukhoi yang berharga sangat mahal hanya digunakan sekali pakai untuk perang seperti senjata pusaka. 

Jadi bukan untuk latihan terbang dan pertunjukkan aerobatik, karena jet-jet tempur Sukhoi seharusnya disimpan dan hanya digunakan saat perang. 

Operasional Sukhoi memang terkenal sangat mahal. Pasalnya  dalam satu jam terbang biaya yang dikeluarkan mencapai lebih dari Rp500 juta. 

Rusia sendiri memberlakukan jika jet-jet tempur Sukhoi mengalami kerusakan, harus diganti dengan yang baru bukan malah diperbaiki lalu digunakan bertempur lagi. 

Sebaliknya jet-jet tempur AS seperti F-16 penggunannya memang berbeda jika dibandingkan dengan Sukhoi. 

Jet-jet tempur AS seperti pedang  dan bisa digunakan dalam pertempuran sampai beberapa kali serta bisa juga “diasah” dengan cara di-upgrade. 

Oleh karena itu jet-jet tempur AS yang sudah tidak dioperasikan akan disimpan dengan baik di suatu tempat yang beriklim steril. 

Tujuannya adalah untuk jaga-jaga kalau ada negara yang mau membeli atau untuk program penghibahan. 

Dengan fungsi jet-jet tempur produksi AS yang bisa memiliki usia panjang itu dan telah dioperasikan oleh suatu negara sebenarnya mengandung resiko jangka panjang. 

Maka supaya tidak ada masalah ke depannya, khususnya embargo senjata, negara-negara pengguna alutsista AS memang harus selalu memiliki hubungan baik dengan negeri Paman Sam itu. 

Resiko jangka panjang itu  akan berbeda jika suatu negara membeli alutsista dari Rusia yang berprinsip “hanya sekali pakai”. 

Rusia tak mau memusingkan embargo senjata. Pasalnya di era terkini negara mana pun asal punya duit bisa memborong alustista produk Rusia kapan saja. (*)

Artikel ini telah tayang di Tribunjogja.com dengan judul Satu Rahasia yang Bikin Pilot Jet Tempur TNI AU Lebih Jago Terbangkan Sukhoi Ketimbang Pilot Rusia

Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved