Hari Pendidikan Nasional, Ini Permasalahan Pendidikan SMP di Kota Denpasar

Menurut Kabid Pembinaan Pendidikan SMP Disdikpora Denpasar, AA Gede Wiratama, masalah yang dihadapi

Hari Pendidikan Nasional, Ini Permasalahan Pendidikan SMP di Kota Denpasar
Tribun Bali/I Putu Supartika
Kabid Pembinaan Pendidikan SMP Disdikpora Denpasar, AA Gede Wiratama (kiri), didampingi Kasi Kurikulum SMP, Rabu (2/5/2018). 

Minimal kalau mau membuat sekolah, menurutnya harus ada lahan di atas 30 are.

"Masih ada tenggang waktu selama 2 tahun. Kalau sekolah negeri jumlahnya melebihi per rombel, gurunya tidak valid di Dapodik, kalau tidak valid berimbas ke tunjangan," katanya.

Menurut Permendiknas Nomor 17 tahun 2007 setiap rombel maksimal menampung 32 orang dan minimal 20 orang.

"Tahun ini siswa SD yang tamat sebanyak 13.442, belum serbuan dari kabupaten lain. Prediksi serbuan siswa yang mendaftar SMP ke Denpasar 15 ribuan. Ini mau ditaruh ke mana kalau semua ingin sekolah di sekolah negeri," terangnya.

Memang pihaknya mengadakan ada rencana membuat SMP Negeri 14 di Denpasar.

Dan ia juga berharap anak-anak yang mampu, dengan ekonomi menengah ke atas sekolah di swasta. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved