Peduli Sebaran Penyakit Japanese Encephalitis, LG Donasikan Perangkat Diagnostik Pasca Vaksinasi   

LG Electronics (LG) menunjukkan kepeduliannya terhadap kesejahteraan anak di Indonesia dengan mendonasikan sejumlah perangkat diagnostik penyakit JE

Peduli Sebaran Penyakit Japanese Encephalitis, LG Donasikan Perangkat Diagnostik Pasca Vaksinasi    
Istimewa

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, DENPASAR – LG Electronics (LG) kembali menunjukkan kepeduliannya terhadap kesejahteraan anak di Indonesia, bekerjasama dengan International Vaccine Institue (IVI) yang berpusat di Seoul, Korea Selatan, perusahaan yang dikenal melalui berbagai inovasinya pada perangkat elektronik ini, mendonasikan sejumlah perangkat diagnostik penyakit Japanese Encephalitis bagi pemerintah Indonesia dan Bali dipilih menerima sejumlah perangkat tersebut.

Diterima oleh Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Bali, Rabu (2/5/2018) di Kantor Dinas Kesehatan Propinsi Bali dan dukungan ini secara simbolis diberikan Sugito Puspo Aji selaku Kepala Cabang LG Electronics Indonesia untuk wilayah Bali kepada Dr. Suwarba selaku kepala pemantauan Japanese Encephalitis di Bali.

"Harapannya, perangkat diagnostik ini dapat mendukung kerja pemantauan dan evaluasi pasca vaksinasi penyakit menular tersebut pada anak-anak di Bali. Ini merupakan bagian upaya kami untuk berkontribusi pada masyarakat Indonesia, terutama kesehatan dan kesejahteraan anak-anak,” ujar President Director LG Electronics Indonesia, Seungmin Park, sesuai rilis yang diterima Tribun Bali, Jumat (4/5/2018) sore.

Pilihan Bali sebagai penerima donasi perangkat diagnostik ini melalui pertimbangan yang berdasarkan data beban penyakit Japanese Encephalitis di Indonesia.

Sepanjang 2001 hingga 2008, IVI dengan pemerintah Indonesia telah melakukan pengawasan prospektif bagi Japanese Encephalitis di beberapa daerah di Indonesia. 

Melalui sokongan pendanaan dari Korean International Cooperation Agency (KOICA), studi ini menunjukkan Bali memiliki beban penyakit Japanese Encephalitis tertinggi.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia sendiri diketahui sebelumnya telah melakukan kampanye vaksinasi massal untuk penyakit Japanese Encephalitis pada 960 ribu anak di bawah usia 15 tahun di Bali. 

 “Data yang dihasilkan dengan dukungan perangkat diagnostik ini menjadi sangat penting bagi pemerintah Indonesia untuk pengambilan keputusan bagi perluasan vaksinasi Japanese Encephalitis ke daerah lain ke depannya,” ujar Dr. Florian Marks, Kepala Unit Epidemiologi pada IVI menanggapi dukungan LG ini.

Menurutnya, sebagian besar negara dengan endemik tinggi pada penyakit ini seperti Jepang dan Korea Selatan, telah memasukkannya dalam program imunisasi rutin untuk melindungi populasi beresiko. 

Japanese Encephalitis sendiri merupakan salah satu penyakit menular yang masih terabaikan.

Padahal, penyakit akibat flavivirus yang disebarkan melalui nyamuk ini merupakan masalah kesehatan di banyak negara di Asia, termasuk pula Korea Selatan.

Anak-anak hingga usia sepuluh tahun menjadi populasi resiko infeksi terbesar.

Tanda dan gejala klinis dapat menjadi berat dengan 10-30% menyebabkan kematian, sementara 25-75% dari korban terinfeksi menderita masalah neurologis jangka panjang seperti kejang dan cacat mental.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved