Pelabuhan Padangbai Akan Ditutup Dini Hari Nanti Selama 7,5 Jam, 5 Kapal Tidak Beroperasi

Mulai pukul 00.00 WITA nanti Pelabuhan Padang Bai akan ditutup operasionalnya sementara waktu hingga Sabtu (5/4/2018) sekira pukul 07.30 WITA

Pelabuhan Padangbai Akan Ditutup Dini Hari Nanti Selama 7,5 Jam, 5 Kapal Tidak Beroperasi
Tribun Bali
Antrian kendaraan di Pelabuhan Padang Bai 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN BALI.COM, AMLAPURA - Mulai pukul 00.00 Wita nanti Pelabuhan Padang Bai akan ditutup operasionalnya sementara waktu hingga Sabtu (5/4/2018) sekira pukul 07.30 Wita karena adanya kegiatan Multilateral Naval Exercise Komodo (MNEK) di Lombok dan Pulau Komodo.

Ini disampaikan Kepala Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Pelabuhan Padangbai Wayan Rosta, Jumat (4/5/2018) malam saat dikonfirmasi Tribun Bali melalui sambungan telepon.

Wayan Rosta menambahkan, sebanyak 5 kapal terdampak menuju Lembar Lombok Barat tidak dapat beroperasi karena tiap kapal untuk port time selama 90 menit.

Ia menyampaikan bahwa kapal terakhir diberangkatkan dari Pelabuhan Padangbai Sabtu (5/5/2018) pukul 00.00 Wita, dan kapal pertama diberangkatkan dari Pelabuhan Padangbai pukul 07.30 Wita.

Dari informasi yang dihimpun Tribun Bali dari website resmi www.komodoexercise.id sebanyak 51 unit kapal perang, tiga pesawat fix wing, dan delapan unit helikopter dari 37 negara akan terlibat dalam MNEK 2018 yang diikuti oleh sejumlah 5.500 orang anggotanya.

Dan MNEK 2018 dibuka oleh Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto bersama Kepala Staf TNI Angkat Laut Laksamana Ade Supandi.

Upacara pembukaan diselenggarakan di Pelabuhan Laut Lembar, sedangkan kapal-kapal perang tersebut lego jangkar di luar teluk Lembar.

Dikonfirmasi secara terpisah, Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Denpasar Kolonel Laut (P) GB. Oka pihaknya turut terlibat dalam kegiatan tersebut yakni ke Nusa Penida menggelar kegiatan bakti sosial.

Selama penyelenggaraan MNEK 2018 dari 4 sampai 9 Mei nanti akan dilakukan latihan bersama di darat dan di laut, bakti sosial pembangunan sarana dan prasarana, bakti kesehatan, kirab kota, Mataram Komodo Fleet Run, fun bike, program kuliner, culture perfomance, demo pesawat udara, joy sailing, kemah pesisir, transplantasi terumbu karang, penenggelaman prasasti, dan city tour.

Pada kegiatan tersebut akan dibuka 40 gerai untuk memperkenalkan kerajinan tangan dan makanan lokal, termasuk melombakan masakan khas Ayam Taliwang Lombok, yang diikuti oleh para awak kapal AL asing tersebut.

Di kawasan Lombok Epicentrum Mal (LEM) Mataram juga dihadirkan atraksi hiburan lokal.

Kapal Perang Indonesia yang turut serta dalam MNEK 2018 terdapat 35 KRI yakni KRI Ahmad Yani, KRI Yos Sudarso, KRI Abdul Halim Perdanakusuma, KRI Karel Satsuit Tubun, KRI Raden Edi Martadinata, KRI I Gusti Ngurah Rai, KRI Sultan Hasanuddin, KRI Sultan Iskandar Muda, KRI Fatahillah, KRI Nala, KRI Sultan Nuku, KRI Hasan Basri, KRI Terapang, KRI dr. Soeharso, KRI Makassar.

Serta KRI Tarakan, KRI Tongkol, KRI Kakap, KRI Pandrong, KRI Sidat, KRI Tatihu, KRI Layaran, KRI Madidihang, KRI Pulau Rupat, KRI Teluk Banten, KRI Leuser, KRI Banjarmasin, KRI Teluk Bintuni, KRI Cut Nyak Dien, KRI Teuku Umar, KRI Clurit, KRI Kujang, KRI Halasan, KRI Lemadang dan KRI Barakuda.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved