Liputan Khusus

Awas Kecolongan TKA Kelas Rendah, Program Bebas Visa dan Pelonggaran Regulasi TKA Jadi Celah

Sebagai destinasi wisata kelas dunia, Bali tak hanya dibanjiri oleh jutaan turis asing.

Awas Kecolongan TKA Kelas Rendah, Program Bebas Visa dan Pelonggaran Regulasi TKA Jadi Celah
Istimewa
ilustrasi tenaga kerja asing 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Sebagai destinasi wisata kelas dunia, Bali tak hanya dibanjiri oleh jutaan turis asing.

Ekonomi Bali yang berkembang karena pariwisata, menjadikan Pulau Dewata seperti magnet yang juga menarik tenaga kerja dari luar untuk datang. Salah-satunya adalah Tenaga Kerja Asing (TKA).

Menurut data dari Dinas Tenaga Kerja dan ESDM Provinsi Bali terkait keberadaan Tenaga Kerja Asing (TKA) yang terdaftar dalam Izin Memperkerjakan Tenaga Asing (IMTA), jumlah TKA dalam empat tahun belakangan ini mengalami penurunan.

Namun, data itu belum mencerminkan jumlah riil TKA resmi di Bali. Sebab, data TKA tak hanya tersimpan di instansi tingkat provinsi, ada juga datanya di tingkat kabupaten/kota. Sebab, IMTA juga bisa diurus dan diterbitkan oleh kabupaten/kota.

"Tidak semua izin IMTA dikeluarkan oleh provinsi. Ada juga oleh kabupaten dan kota. Karena itu, data mereka bisa berbeda dengan data kita. Sedangkan data di Imigrasi juga meliputi data di kabupaten dan kota," kata Kepala Dinas Penanaman Modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Provinsi Bali, Ida Bagus Made Parwata, kepada Tribun Bali pekan lalu.

Karena data yang tersebar di sejumlah instansi itu, jelas Parwata, koordinasi untuk memonitor TKA memang perlu ditingkatkan.

Kasus kecolongan TKA asal China, termasuk untuk jenis pekerjaan level bawah, di PLTU Celukan Bawang beberapa tahun lalu jadi satu contoh betapa tak mudah mengawasi warga asing yang bekerja di Bali, apalagi yang bekerja secara ilegal.   

Berdasarkan data penerbitan IMTA di Disnaker dan ESDM Bali, jumlah TKA yang mengurus izin di instansi ini pada tahun 2014 sebanyak 1.856 orang, tahun 2015 sebanyak 1.853 orang, dan 2016 sebanyak 1.486 orang. Sedangkan, pada tahun 2017 sampai saat ini sebanyak 996 orang. 

Namun, berdasarkan data Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja Kabupaten Badung, jumlah TKA sesuai IMTA justru meningkat dari tahun ke tahun.

Pada 2014 sebanyak 281 TKA, kemudian tahun 2015 jumlah TKA di Badung meningkat hampir dua kali lipat menjadi 487 TKA. Tahun 2016, jumlah TKA di Badung kembali mengalami peningkatan yakni sebanyak 564, dan pada 2017 meningkat cukup drastis menjadi 713 TKA.

Halaman
1234
Penulis: Fauzan Al Jundi
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved