Breaking News:

Liputan Khusus

Imigrasi Beberkan Data, Banyak TKA Ilegal di Bali Berkedok Turis

Kantor Imigrasi Kelas I Denpasar membeberkan data bahwa cukup banyak wisatawan yang menjadi tenaga kerja asing (TKA) ilegal di Bali.

Tribun Bali/I Wayan Erwin Widyaswara
Ratusan pendemo yang menamakan diri Komunitas Pejuang Peduli Bali mendatangi kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai, Jimbaran, Kuta Selatan, Badung, Senin (7/5). 

"Seluruh pengusaha yang mempekerjakan tenaga asing harus melalui proses mendapatkan rekomendasi dari Disnaker. Setelah itu perizinan dikeluarkan oleh PTSP. Dan mereka yang dipekerjakan itu memang benar-benar sesuai aturan tentang keahlian dan jabatan bagi TKA," kata Kepala Disnaker dan ESDM Bali, Ni Luh Made Wiratmi, kepada Tribun Bali

Menurut Disnaker Bali, kebanyakan pelanggaran yang ditemukan adalah surat izin bekerja dan kesalahan job atau penempatan kerja TKA, yang menabrak regulasi.

Seharusnya TKA mengisi jabatan atau posisi direksi dan manajer atau jenjang pekerjaan level menengah ke atas. Tidak boleh pekerjaan level bawah seperti  sopir.

Tidak hanya itu, sesuai prosedur, setiap TKA harus mendapat pendamping dari tenaga kerja lokal agar selama proses bekerja bisa berbagi pengalaman.

Dengan demikian, apabila masa kerja TKA itu habis, posisi mereka bisa diisi oleh tenaga kerja lokal. 

Namun, kata Wiratmi, realitasnya alih keterampilan itu sulit terjadi lantaran sebagian besar TKA adalah bukan pekerja terampil (unskilled labor) dan tidak bisa berbahasa Indonesia.

Hal tersebut terjadi, menurut Wiratmi, karena dihapusnya Peraturan Menteri Tenaga Kerja (Permenaker) 35 tahun 2015, yang tak mewajibkan lagi TKA di Indonesia untuk bisa berbahasa Indonesia. 

Sementara itu, terkait dugaan adanya keberadaan TKA ilegal di Bali, Kepala Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai, Amran Aris mengatakan, pihaknya sudah membentuk empat tim guna mengungkap benar atau tidaknya dugaan tersebut.

Ia memastikan empat tim itu sudah bergerak dalam pekan ini.

Aris pun meminta agar tim ini diberikan waktu selama enam bulan untuk mengumpulkan bukti-bukti terkait keberadaan TKA ilegal di wilayah kerja Kantor Imigrasi Kelas I Khusus Ngurah Rai. 

"Bila dalam enam bulan saya tidak lakukan, tidak ada bukti, dan saya dipindah, itu berarti saya gagal. Jabatan saya pertaruhkan," tandas Aris, Senin (7/5), di sela-sela menemui para pendemo yang memprotes kehadiran para TKA illegal, khususnya di bidang jasa pramuwisata atau tour guide.(win/sur/zan)

Simak video lengkapnya di bawah ini: 

Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved