Erupsi Freatik Gunung Merapi

Pengakuan Stefanus, Pendaki Yang Menyaksikan Langsung Erupsi Gunung Merapi Dari Dekat

Saat kejadian tersebut, ada beberapa pendaki yang sedang berada di sekitar lereng gunung, termasuk Stefanu asal Palembang

Pengakuan Stefanus, Pendaki Yang Menyaksikan Langsung Erupsi Gunung Merapi Dari Dekat
Bangka Pos
gunung merapi 

Menurutnya, letusan terjadi lebih dari sekali.

"Kemudian ada letusan kedua. Jadi di Pasar Bubrah, orang-orang pada panik, cewek-cewek pada nangis, barang-barang ditinggal semua," tuturnya.

Pria kelahiran tahun 1998 ini mengungkapkan letusan kedua ini memiliki intensitas yang lebih kecil daripada yang pertama.

Setelah itu, pendaki mulai berusaha menyelamatkan diri dan turun dari gunung, bersama rombongan masing-masing.

"Kami turun atas inisiatif sendiri. Dalam kondisi seperti itu, tidak ada peringatan ataupun bunyi alarm," akunya.

Stefanus mengaku suara gemuruh tidak terdengar jelas dari bukit di Pasar Bubrah.

Dan letusan terjadi begitu saja.

Menurut penglihatan Stefanus, asap yang keluar dari puncak Merapi itu mengembang ke samping baru naik ke atas.

"Asapnya mengembang. Meletus kesamping dulu baru ada dari tengah naik ke atas. Jadi pendaki yang ada di puncak sempat tertutup asapnya," katanya.

Dia juga tidak merasakan gempa sebelum letusan terjadi.

Halaman
1234
Editor: Alfonsius Alfianus Nggubhu
Sumber: Tribun Jogja
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved