Teror Bom di Surabaya

Kisah Heroik Aloysius Bayu Adang Pelaku Bom Bunuh Diri, Hermanto: Kepergian Mas Bayu Jadi Pahlawan

Saat terjadi aksi bom bunuh diri di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Bayu mengadang motor pelaku di pintu masuk gereja

Kisah Heroik Aloysius Bayu Adang Pelaku Bom Bunuh Diri, Hermanto: Kepergian Mas Bayu Jadi Pahlawan
Istimewa
Aloysius Bayu Rendra Wardhana bersama istrinya 

TRIBUN-BALI.COM, SURABAYA - Jemaat menganggap almarhum Aloysius Bayu Rendra Wardhana, Kepala Keamanan Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Ngagel, Surabaya, sebagai pahlawan.

Bayu dinilai telah menyelamatkan jemaat gereja tersebut dari aksi bom bunuh diri yang dilakukan dua pria pada Minggu (13/5) sekira pukul 06.30 WIB.

Seperti diketahui aksi bom bunuh diri di Surabaya terjadi di tiga lokasi. Selain di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, juga terjadi di Gereja Kristen Indonesia, Jl Diponegoro sekira pukul 7.30 WIB. Kemudian disusul ledakan bom di Gereja Pantekosta Jl Arjuna, pukul 7.53 WIB.

Pelaku pengeboman di tiga lokasi itu adalah satu keluarga dan mengakibatkan 13 korban tewas dan 41 orang luka-luka.

Video rekaman CCTV detik-detik bom meledak di Gereja Surabaya
Video rekaman CCTV detik-detik bom meledak di Gereja Surabaya (Twitter/@adharves)

Saat terjadi aksi bom bunuh diri di Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Bayu mengadang motor pelaku di pintu masuk gereja sisi selatan, tepat samping pos satpam, sehingga pelaku bunuh diri tidak bisa mendekat ke pintu utama gereja yang saat itu banyak terdapat jemaat.

"Pelaku diketahui naik sepeda motor berboncengan dan langsung belok kiri masuk ke halaman gereja. Maunya terus ke depan gereja, tapi dihalau ke kiri ke arah parkir motor. Saat itulah bom meledak," ungkap salah satu jemaat saat menjenguk korban ledakan di RS Bedah Surabaya.

Saat bom meledak dipastikan Bayu menjadi korban  dan meninggal dunia. 

"Kalau tidak dihalau ke kiri, mungkin pelaku sudah meluncur masuk ke dekat gereja dan korban semakin besar," tambah jemaat yang menolak namanya disebutkan.

Atas kejadian itu, Bayu yang memiliki seorang anak dianggap sebagai pahlawan Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Surabaya.

"Mas Bayu sudah dianggap pahlawan bagi umat gereja sini (Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela, Surabaya) karena kalo tidak dihadang Mas Bayu, mungkin kejadiaannya beda lagi, karena itu mau mendekat pintu gereja yang ramai jemaat," ungkap Hermanto Dwi, salah satu teman Bayu yang juga merupakan petugas keamanan Gereja Katolik Santa Maria Tak Bercela.

Halaman
1234
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Surya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved