Begini Uniknya Tato Tradisional Indonesia Handtapping yang Hadir di Bali Tatto Expo 2018

Ada hal yang menarik dalam Expo Tato ini yakni Tato spesial dari Indonesia yang cara dikerjakannya juga dengan tradisional

Begini Uniknya Tato Tradisional Indonesia Handtapping yang Hadir di Bali Tatto Expo 2018
Tribun Bali/Busrah Ardans
Proses Handtapping Tato oleh Cap Bagong Tatu Indonesia, di Bali Tatto Expo 2018 yang berlokasi di Bali Creative Industry Center, Tohpati, Denpasar, Minggu 20/5/2018 dimulai pukul 10.00 Wita pagi hingga 22.00 Wita nanti. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bali Tattoo Expo 2018 sudah memasuki hari ketiga yang berarti hari terakhir dalam expo kali ini.

Ada hal yang menarik dalam Expo Tato ini yakni Tato spesial dari Indonesia yang cara dikerjakannya juga dengan tradisional atau dikenal dengan Handtapping.

Ialah Cap Bagong Tatu Indonesia satu di antara banyak studio tato yang menawarkan keunikan dan khas Indonesia.

Menggunakan tampilan dan motif Kalimantan penampilan para artist tato ini tampak unik.

Dari pantauan Tribun Bali di lapangan, Sono sebagai handtapping (memasukkan tinta) dan Heno sebagai stracer (starcing).

Heno sebelum melakukan aktivitas stracer saat diwawancarai mengatakan, proses membuat tato itu mencapai waktu 5-6 jam.

"Cara seperti ini memang memakan waktu berbeda dengan menggunakan mesin. Kalau dari bajetnya kita main pake waktu sejam kalau yang tradisional bisa sampai Rp 1,5 Juta sementara kalau yang biasa itu Rp 1 Juta." jelas dia.

Kata Heno timnya memilih tradisional sebagai ikon, Cap Bagong Tatu karena ingin menggali nilai tradisi dari berbagai wilayah di nusantara.

"Jadi bukan saja dari Kalimantan, tetapi juga dari Bali, Jawa dan lainnya." sebut dia.

Kini studio mereka sudah ada di daerah Ubud dan sudah berjalan tiga tahun (*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved