Korban Bom Bunuh Diri di Gereja Pantekosta Bertambah, sang Anak: Pas Mau Berangkat Kerja Peluk Saya

Korban meninggal akibat bom bunuh diri di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya, Jawa Timur, bertambah.

Korban Bom Bunuh Diri di Gereja Pantekosta Bertambah, sang Anak: Pas Mau Berangkat Kerja Peluk Saya
TRIBUNJATIM.COM/TRIANA KUSUMA
Suasana di rumah duka Giri Catur, korban bom bunuh diri di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya, Sabtu (19/5). 

TRIBUN-BALI.COM, SURABAYA - Korban meninggal akibat bom bunuh diri di Gereja Pantekosta Pusat Surabaya, Jawa Timur, bertambah.

Catur Giri Sungkowo, menghembuskan napas terakhir, Jumat (18/5) tengah malam, setelah hampir sepekan kondisinya kritis di ICU RSU dr Soetomo Surabaya.

Jenazah Giri dibawa ke rumah duka Jalan Pulosari, Kelurahan Gunungsari, Kecamatan Dukuh Pakis, Surabaya, Sabtu (19/5) dinihari.

Selanjutnya jenazah petugas keamanan Gereja Pantekosta Pusat Surabaya itu dimakamkan di TPU Jalan Gunungsari Surabaya.

Kepala Humas RSU dr Soetomo Surabaya, dr Pesta Parulian mengatakan, korban adalah pasien yang dirujuk dari Rumah Sakit Bhayangkara Polda Jatim.

"Pasien masuk pada Minggu saat bom meledak di gereja," katanya dikonfirimasi, kemarin.

Korban, kata dia, mengalami luka bakar lebih dari 70 persen dan tubuhnya mengalami trauma ledakan.

"Sejak masuk ke ICU IRD dr Soetomo, kondisinya sudah kritis sampai meninggal dunia," ucapnya.

Duka pun menyelimuti keluarga Giri. Dan, sang istri terlihat sangat syok.

Meski sudah dimakamkan, istri almarhum Giri masih terus menangisi kepergian sang suami.

Halaman
123
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved