Mozaik Emas Mahkota Dewa Wisnu GWK Terpasang, Nyoman Nuarta: Mewujudkan Patung Ini Lewati 28 Tahun

Sejak itu Nuarta setia merawat mimpi besarnya agar kelak patung GWK bisa diselesaikan.

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Senyum sumringah mengembang di wajah Nyoman Nuarta ketika memberikan sambutan di pelataran gedung pedestal patung Garuda Wisnu Kencana (GWK), Ungasan, Kuta Selatan, Badung, Minggu (20/5/218).

Momen tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam perjalanan Nuarta sebagai seorang seniman. Sebab, hari itu digelar upacara pasupati patung GWK sekaligus pemasangan mahkota Dewa Wisnu.

"Perjuangan mewujudkan patung ini telah melewati waktu 28 tahun sejak pertama kali digagas. Saya harus menjaga kesehatan agar tetap prima," kisah Nuarta.

Mahkota Dewa Wisnu yang dilapisi mozaik emas tersebut merupakan modul ke-529 dari total modul berjumlah 754 buah.

Nuarta sebagai pemrakarsa patung GWK juga menceritakan gagasan pembangunan patung setinggi 121 meter itu tidak terlepas dari peran Menteri Pariwisata, Pos, Telekomunikasi Joop Ave, Gubernur Bali Ida Bagus Oka, hingga Menteri Pertambangan dan Energi Ida Bagus Sudjana.

Rencana tersebut kemudian dipresentasikan di hadapan Presiden Soeharto pada awal 1990-an.

Penguasa Orde Baru itu setuju, ditandai dengan peletakan batu pertama di Bukit Ungasan, Kuta Selatan, pada tahun 1997.

Namun, guncangan politik dan krisis moneter setahun kemudian seakan mengoyak cita-cita besar Nuarta.

"Waktu krisis sempat bingung. Dukungan dari pemerintah sudah tidak ada lagi," imbuhnya.

Sejak itu Nuarta setia merawat mimpi besarnya agar kelak patung GWK bisa diselesaikan.

Halaman
1234
Penulis: Widyartha Suryawan
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved