Teror Bom Di Surabaya

‘Sinyal’ Yang Tak Disadari Orang Terdekat Sebelum Anak Sulung Bomber Surabaya Meledakkan Diri

Anak pertama Dita yang ikut dalam ledakan tersebut ternyata pernah mengirimkan sinyal melalui akun media sosialnya.

‘Sinyal’ Yang Tak Disadari  Orang Terdekat Sebelum Anak Sulung Bomber Surabaya Meledakkan Diri
Istimewa
Foto keluarga terduga pelaku serangan bom bunuh diri di tiga gereja di Surabaya 

Ketika meledakkan bom Gereja Surabaya, anak sulung ini bersama adiknya mengendarai sepeda motor dan dinyatakan meninggal dunia, sedangkan tiga anak pelaku bom rusunawa dinyatakan selamat dan satu anak di Mapolrestabes Surabaya juga selamat setelah terpental sejauh tiga meter saat bom meledak.

Sementara itu, empat anak pelaku teror yang masih hidup saat ini dirawat secara intensif di RS Bhayangkara.

Tidak hanya luka-luka di tubuh, kondisi mental mereka juga terguncang.

Kapolri kunjungi anak terduga pelaku ledakan bom rusunawa
Kapolri kunjungi anak terduga pelaku ledakan bom rusunawa (Kolase/TribunWow.com)

Mereka juga dijaga super ketat dan tempatnya pun dirahasiakan.

"Saya mendapat informasi dari Kepala Tim Psikolog Kasus Bom Surabaya AKBP Said Rifai, ada anak yang tidak mau makan beberapa hari.

Tim dokter terpaksa menggunakan infus untuk menyuplai makanan kepada sang anak," tulis Aiman.

Kondisi keempat anak pelaku teror bom ini sudah semakin stabil dari hari ke hari meskipun masih memerlukan perawatan trauma karena umurnya yang masih di bawah 10 tahun. (Tribunwow/Tiffany Marantika)

Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: TribunWow.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved