Liputan Khusus

Disperindag Sebut Penghentian Izin Toko Modern di Denpasar Ditinjau Ulang, Begini Sebabnya

Kendati ada moratorium (penghentian sementara) pendirian toko modern di Denpasar sejak 2011, namun tak sedikit toko modern baru yang bermunculan.

Disperindag Sebut Penghentian Izin Toko Modern di Denpasar Ditinjau Ulang, Begini Sebabnya
kaltim.tribunnews
ILustrasi toko modern. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kendati ada moratorium (penghentian sementara) pendirian toko modern di Denpasar sejak 2011, namun tak sedikit toko modern baru yang bermunculan. Termasuk toko modern berjaringan.

Oleh karena itu, Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Kota Denpasar, I Wayan Gatra, mengatakan bahwa Surat Keputusan (SK) Wali Kota Denpasar tahun 2011 tentang moratorium izin toko modern di Denpasar akan ditinjau kembali.

Menurut Gatra, moratorium dianggap telah merugikan pengusaha lokal yang ingin membuka toko modern, tapi terkendala izin.

Selain itu, banyaknya toko modern tidak berizin yang bermunculan, juga makin mendorong ditinjaunya SK tersebut.

“Iya salah satunya karena itu (banyak toko modern yang tidak berizin). Kita sedang pikirkan bagaimana cara mengendalikan agar semua sesuai dengan ketentuan yang berlaku. SK ini juga sudah lebih dari lima tahun, jadi wajar kita tinjau kembali, ” kata Gatra kepada Tribun Bali.

Sebelum ada moratorium, sebetulnya sejumlah toko modern lokal (non-jaringan) sudah mengantongi izin.

Namun, izin itu bersifat sementara atau berlaku cuma 5 tahun. Lantaran masih berlakunya moratorium hingga saat ini, maka toko modern lokal non-jaringan itu jadi tidak bisa memperpanjang izin mereka saat sudah lewat 5 tahun.

“Toko modern mereka (pengusaha lokal) kan tidak berjaringan. Padahal izin tokonya bersifat sementara, yang tak bisa diperpanjang karena ada kebijakan moratorium. Mereka kan jadi terkendala untuk mengembangkan diri,” kata Kepala Bidang Perdagangan Disperindag Kota Denpasar, Laksmi Saraswati.

Anggota DPRD Denpasar, AA Susruta Ngurah Putra menjelaskan, moratorium toko modern di Denpasar sebetulnya ditujukan kepada toko-toko modern berjaringan.

Kenyataannya, di lapangan justru warga lokal lebih banyak terkena imbasnya, karena tidak bisa mendapatkan izin usaha tokonya.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Erwin Widyaswara
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved