Maestro Nyoman Nuarta: Pemasangan Patung GWK Paling Menyeramkan pada Ujung Sayap Garuda

Patung yang akan jadi ikon baru Pulau Bali ini dia persembahkan kepada bangsa Indonesia sebagai hadiah HUT RI ke-73.

Maestro Nyoman Nuarta: Pemasangan Patung GWK Paling Menyeramkan pada Ujung Sayap Garuda
Tribun Bali/Widyartha Suryawan
Patung GWK nyaris rampung setelah patung Dewa Wisnu diberi mahkota emas, Minggu (20/5). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Maestro I Nyoman Nuarta bangga patung Garuda Wisnu Kencana (GWK) di Ungasan, Jimbaran, akhirnya mendekati rampung.

Patung yang akan jadi ikon baru Pulau Bali ini dia persembahkan kepada bangsa Indonesia sebagai hadiah HUT RI ke-73.

Di balik itu, pembangunan GWK ini sempat menuai kontroversi masyarakat Bali.

Baca: VIDEO Upacara Pasupati Pemasangan Mahkota Patung Garuda Wisnu Kencana, Hampir Rampung

Baca: VIRAL Video Pemasangan Kepala Patung Wisnu di GWK Seberat 4 Ton, Terdengar Suara Angin

Baca: ‘Saya Merintis GWK Sudah 28 Tahun, Dari Masih Muda Hingga Sekarang Sudah Tua’

Apa itu?

Di usianya yang kini memasuki 67 tahun, Nuarta mempercepat pembangunan patung GWK.

Ia mengaku di usia yang tak lagi muda, naik ke ketinggian saja kakinya gemetaran.

Sang maestro menargetkan pembangunan GWK yang jadi mimpinya sejak 28 tahun lalu benar-benar rampung pada Agustus 2018.

Ia pun terus berburu dengan waktu yang semakin cepat.

"Kalau saya mati, gimana ini? Kita tidak pernah tahu umur kita, mumpung ada waktu dan sehat harus kita kejar. Harapannya bulan Agustus tepat 73 tahun kemerdekaan Indonesia bisa selesai. Ini hadiah untuk bangsa Indonesia," katanya usai upacara pasupati dan pemasangan mahkota emas patung Dewa Wisnu, Minggu (20/5).

Seniman Nyoman Nuarta berpose usai mahakarya Garuda Wisnu Kencana terpasang mahkota berlapis emas, Minggu (20/5/2018).
Seniman Nyoman Nuarta berpose usai mahakarya Garuda Wisnu Kencana terpasang mahkota berlapis emas, Minggu (20/5/2018). (Tribun Bali/Widyartha Suryawan)

Nuarta menambahkan, material pembangunan patung GWK memang diimpor dari beberapa negara seperti Jepang, negara-negara Eropa, hingga Amerika Latin.

Halaman
1234
Penulis: Widyartha Suryawan
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved