9 Pilot Lion Air Ditahan Polisi, Gara-gara Dugaan Palsukan Dokumen Ini

Polisi menahan sembilan orang pilot dan seorang karyawan maskapai penerbangan Lion Air Group akibat pemalsuan dokumen perusahaan.

9 Pilot Lion Air Ditahan Polisi, Gara-gara Dugaan Palsukan Dokumen Ini
AIRLINERS.NET
Pesawat Boeing 747-400 Lion Air di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng, Banten. 

TRIBUN-BALI.COM, JAKARTA - Polisi menahan sembilan orang pilot dan seorang karyawan maskapai penerbangan Lion Air Group akibat pemalsuan dokumen perusahaan.

"Adanya dugaan perbuatan oknum atas pemalsuan kop surat, tanda tangan, dan stempel perusahaan yang diwujudkan menjadi sebuah dokumen personalia yaitu surat lolos butuh atau referensi kerja," kata Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro, dalam keterangan tertulis, Selasa (22/5/2018).

Mengutip dari laman Kompas.com, mereka yang ditahan adalah BP (30), GA (30), APP (24), EEI (26), IT (47), ANR (32), AFDA (31), FSF (31), dan OMS (35) serta seorang karyawan, T (31).

Danang mengatakan, dugaan pemalsuan dokumen dilakukan setelah adanya kerja sama dengan pihak ketiga yaitu karyawan internal.

"Mereka telah menggunakan dokumen kepegawaian yang seolah-olah asli untuk dapat bekerja di perusahaan penerbangan lain," ujar Danang.

Mereka dikenakan Pasal 263 KUHP tentang Pemalsuan Surat-surat atau Dokumen dengan ancaman pidana maksimal enam tahun.

Lion Air Group menegaskan aturan bagi awak pesawat yang mengundurkan diri sebelum ikatan dinas selesai wajib menyelesaikan kewajiban yang telah disepakati, termasuk biaya masa pelatihan.

Hal ini dilakukan agar kejadian pemalsuan dokumen perusahaan tidak lagi terjadi.

"Jika kewajiban itu tidak diselesaikan, maka dapat merugikan perusahaan," katanya.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Diduga Palsukan Dokumen, 9 Pilot Lion Air Ditahan Polisi", 

Editor: Ady Sucipto
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved