Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Usaha Souvenir Berbentuk Papan Surfing Diekspor hingga Mancanegara

Usaha souvenir berbentuk papan surfing diekspor hingga ke mancanegara seperti Australia, Hawai, Perancis

Tayang:
Penulis: Rino Gale | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Rino Gale
Salah satu pengerajin sedang mengerjakan souvenir permintaan konsumen, Kamis (24/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali - Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Usaha souvenir  berbentuk papan surfing ini dikirim hingga ke tiga negara.

Simur Pangabean, pengelola toko souvenir papan surfing di Jalan Sriwijaya, Legian Kelot, mengatakan, souvenir yang ia produksi biasa di ekspor ke Australia, Hawai, dan Perancis.

"Tiga negara itu yang paling sering order. Sistemnya mereka beli di sini untuk dijual lagi di sana. Untuk jumlah tidak menentu antara 500 hingga 1000," terangnya.

Ada berbagai jenis ukuran souvenir mulai dari 30 sentimeter - 1 meter.

Souvenir paling kecil dipatok harga Rp 15 ribu, sedangkan untuk ukuran 1 meter Rp  120 ribu.

Menurut Pangabean, motif yang paling banyak dipesan adalah pemandangan, kura-kura, tribal, hingga pemain surfing.

Souvenir papan surfing berukuran 1 meter terbuat dari kayu suar, sedangkan ukuran 30 sentimer dari kayu lintaos.

dari keterangan Pangabean, proses pembuatan souvenir ini bisa memakan waktu lumayan lama.

Proses pertama adalah di amplas kemudian di cat.

Setelah itu diukir sesuai permintaan kosumen.

Selain diukir, souvenir bisa dihias menggunakan airbas, ini bergantung permintaan konsumen. 

"Proses lamanya ya, waktu mengukir itu," ungkapnya.

Salah satu pengrajin ukiran souvenir ini mengungkapkan, tikat kesulitan terletak pada motif yang dipesan konsumen.

Semakin rumit, maka semakin lama pengerjaannya, sedangkan untuk motif sederhana hanya memakan waktu 15 menit.

Sementara itu, untuk membuat ukiran ukuran 1 meter bisa menghabiskan waktu hingga 30 menit.

Dalam sehari bisa menyelesaikan 20-25 souvenir, itupun bergantung motif yang dipesan.

"Yang agak sulit biasanya motif tribal," jelasnya.(*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved