Jaringan Kabel Telkom Mengalami Gangguan Massal di Seputaran Mambal, Begini Penjelasannya

Jaringan kabel akses pelanggan milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), Wilayah Denpasar, kembali mengalami gangguan massal

Jaringan Kabel Telkom Mengalami Gangguan Massal di Seputaran Mambal, Begini Penjelasannya
Istimewa
Petugas Telkom mengecek kondisi kabel Telkom putus akibat galian di Jalan Raya Mambal. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, A A Seri Kusniarti

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Jaringan kabel akses pelanggan milik PT Telekomunikasi Indonesia Tbk (Telkom), Wilayah Denpasar, kembali mengalami gangguan massal akibat adanya pekerjaan drainase serta pemasangan Box Culvert.

GM Telkom Witel Denpasar, I Komang Widnyana Karang, menjelaskan, kali ini kejadian kabel putus terjadi di seputaran Jalan Raya Mambal - Badung sejak Senin (21/5/2018), menyebabkan layanan Telkom (Telepon dan Internet) mengalami gangguan.

“Sampai saat ini, sebanyak 34 Distribution Point ( DP ) Telkom catuan MSAN MRF Tohpati, yang melayani sambungan berbayar (Line in Service) sebanyak 193 pelanggan mengalami gangguan. Hal ini disebabkan karena kabel tanah ( KT ) sekunder kapasitas 2 x 100 pair terputus akibat pekerjaan galian tersebut,” ujar Komang Karang dalam rilisnya, Jumat (25/5/2018).

Komang Karang melanjutkan, Telkom sedang mempercepat upaya dengan melakukan penarikan kabel fiber optik untuk mengganti kabel tembaga yang mencatu pelanggan existing.

Pekerjaan ini diperkirakan berlangsung selama 4-5 minggu ke depan.

“Untuk menormalisasi layanan telekomunikasi di lokasi-lokasi yang terdampak, kami programkan dengan pergantian atau migrasi ke Fiber Optic, diperlukan waktu maksimal sekitar 5 minggu atau hampir sebulan lebih karena harus menunggu selesainya perkerjaan pemasangan Box Culvert serta kondisi trafik kendaraan di sepanjang Jalan Raya Mambal,” jelas Komang Karang.

Telkom mengucapkan terima kasih kepada pelanggan atas kesetiaannya dalam menggunakan layanan TelkomGroup dan menyampaikan permohonan maaf serta mohon pemakluman, khususnya kepada pelanggan yang terkena dampak sehingga menyebabkan terganggunya kenyamanan dalam berkomunikasi. (*)

Penulis: AA Seri Kusniarti
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved