Gelar Aksi Turun ke Jalan Tolak Reklamasi Teluk Benoa, Ini Pernyataan Sikap dan Tuntutan ForBali

Gelora penolakan terhadap reklamasi Teluk Benoa terus bergulir. Memasuki tahun kelima, suara perlawanan semakin keras dan konsisten dilakukan

Tribun Bali/Busrah Ardans
Suasana ForBali dalam Aksi Tolak Reklamasi di depan Kantor Gubernur, Sabtu (26/5/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Busrah Hisam Ardans

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Gelora penolakan terhadap reklamasi Teluk Benoa terus bergulir.

Memasuki tahun kelima, suara perlawanan semakin keras dan konsisten dilakukan.

Dalam aksinya hari ini, Sabtu (26/5/2018), ForBali membeberkan 4 pernyataan sikap Tolak Reklamasi Teluk Benoa.

Pertama, menuntut Gubernur Bali bersikap secara kelembagaan untuk menolak rencana Reklamasi Teluk Benoa, dan meminta pembatalan Perpres 51 2014 serta mengembalikan kawasan Teluk Benoa sebagai kawasan konservasi.

Kedua, menuntut DPRD Bali segera menerbitkan rekomendasi kepada Gubernur Bali agar bersurat kepada Presiden untuk membatalkan reklamasi Teluk Benoa, sekaligus meminta Presiden membatalkan Perpres 51 2104 sebagai pertanggungjawaban politik atas surat Gubernur Bali 23 Desember 2013 lalu, yang meminta pemerintah pusat mengubah kawasan konservasi Teluk Benoa menjadi kawasan pemanfaatan umum.

Ketiga, menuntut penghentian praktek pembungkaman seperti pemberangusan baliho Tolak Reklamasi Teluk Benoa, pelarangan dan perampasan atribut penolakan Reklamasi Teluk Benoa dan menghormati kebebasan setiap individu untuk menyampaikan aspirasi.

Keempat, meminta Presiden Joko Widodo untuk membatalkan Perpres 51 2014 tentang perubahan atas peraturan presiden nomor 45 tahun 2011 tentang rencana tata ruang kawasan perkotaan SARBAGITA, dengan memberlakukan kembali Perpres 45 tahun 2011 tentang rencana tata ruang kawasan perkotaan SARBAGITA. (*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved