Empat Kesalahan Fatal Penutur Bahasa Rusia Pemula

Ada empat kesalahan fatal yang biasanya dilakukan oleh penutur pemula bahasa Rusia.

Empat Kesalahan Fatal Penutur Bahasa Rusia Pemula
Tribun Bali/Kander Turnip
Direktur Russian Centre Bali, Putu Adnyana sedang mengajar bahasa Rusia kepada para karyawan di Inaya Putri Bali, Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat (25/5/2018). 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Russian Centre Bali kembali memberikan pelatihan bahasa Rusia kepada sekitar 25 karyawan Inaya Putri Bali di kawasan Nusa Dua, Badung, Bali, Jumat (25/5/2018).

Dalam pertemuan ke-4 tersebut, selain belajar bahasa Rusia secara praktis, pengajar dari Russian Centre Bali, Putu Adnyana, juga membahas tentang empat kesalahan fatal yang biasa dilakukan penutur pemula bahasa Rusia.

"Selama bertahun-tahun saya mengajar bahasa Rusia, saya menyimpulkan ada empat kesalahan fatal yang biasanya dilakukan oleh penutur pemula bahasa Rusia. Itu yang harus kita cegah," ujar Dirketur Russian Centre Bali tersebut.

Putu menyebutkan, empat kesalahan itu yakni, pertama, berbicara bahasa Rusia dengan tempo yang terlalu cepat.

Menurutnya, kebanyakan pembicara pemula tergoda untuk menunjukkan kemampuan berkomunikasinya kepada lawan bicara.

Mungkin dia beranggapan untuk mengesankan kefasihan dalam menggunakan bahasa asing tersebut adalah dengan cara memamerkan kecepatan sehingga terkesan cas cis cus.

Padahal, kata dia, hal tersebut tidaklah berlaku dalam bahasa Rusia, terutama untuk pemula.

"Kesalahan kedua, ada budaya ketimuran dalam diri kita. Sehingga, untuk menghargai orang lain, kita membuat suara kita agak pelan ketika berbicara dalam bahasa Rusia. Hal itu tidak berlaku saat berbicara dengan orang Rusia. Orang Rusia itu tegas, sehingga ucapan mereka tegas dan jelas. Jadi ketika berbicara, orang Rusia terdengar seperti 'marah' kepada kita," kata Putu.

Menurut Putu, kesalaha ketiga adalah, tidak memperhatikan stressing atau penekanan dalam pengucakan kata demi kata dalam bahasa Rusia.

"Stressing atau penekanan ini memiliki 90 persen andil dalam berbahasa Rusia. Jika salah menempatkan stressing, kata-kata yang kita ucapkan bisa meaningless (tanpa arti) atau bisa berubah makna," tegas Putu.

Putu menambahkan, kesalah keempat, adalah salah menggunakan intonasi.

"Ini sebagai make up lebih lanjut dari seni berkomunikasi dalam bahasa Rusia, yaitu intonasi. Ada 5 aturan yang disebut intonation constitution atau intonasi konstitusi (IK). Hal-hal ini bisa kita dalami saat belajar di Russian Centre Bali," kata Putu. (*)

Penulis: Kander Turnip
Editor: Kander Turnip
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved