Geekssmile Perkenalkan Lagu 'Tameng' tentang Kisah Pembantaian Massal 65 di Bali

Setelah lama nyaris tanpa kabar, unit Kontrakultura Mercenaries and Rock Activist Bali, Geekssmile akhirnya memperkenalkan lagu terbaru mereka.

Geekssmile Perkenalkan Lagu 'Tameng' tentang Kisah Pembantaian Massal 65 di Bali
Tribun Bali/Widyartha Suryawan
Geekssmile saat tampil di Twice Bar, Kuta, Badung, Sabtu (26/5/2018) 

 
TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Setelah lama nyaris tanpa kabar, unit Kontrakultura Mercenaries and Rock Activist Bali, Geekssmile akhirnya memperkenalkan lagu terbaru mereka.

Lagu berjudul 'Tameng' dibawakan Geekssmile ketika mengawal Navicula dalam Home Sweet Home Tour mereka di Twice Bar, Kuta, Badung, Sabtu malam (26/5/2018).

Vokalis Geekssmile, Prima mengatakan lagu tersebut merupakan salah satu materi dalam album terbaru mereka.

'Tameng' juga menjadi sebentuk kampanye menolak lupa terkait kasus pelanggaran HAM dalam sejarah Indonesia modern.

"Lagu tersebut berangkat dari sejarah pembantaian massal tahun 1965 di Bali yang kami rangkum menjadi lagu," kata Prima.

Prima menambahkan, Geekssmile saat ini memang tengah mempersiapkan album baru. Sembilan lagu baru telah digodok.

Bahkan, Prima sudah sempat berbincang dengan Roby Navicula dan Ian Zat Kimia untuk mendemokan materi album Geekssmile di studio masing-masing.

"Ada beberapa alternatif (recording), karena kami ingin album baru ini nantinya dibidani oleh orang yang tepat," imbuhnya.

Untuk diketahui, sejauh ini Geekssmile sudah menelurkan dua album bertajuk Jurnal Perang Indonesia (2004) dan Upeti untuk Macan Asia (2010). Waktu yang cukup panjang untuk menanti album ketiga mereka agar bisa dinikmati.

Dalam rentang waktu tersebut, Geekssmile memang sempat merilis single (((YYYI))) pada tahun 2012 dan single Gantassura (2013).

Halaman
12
Penulis: Widyartha Suryawan
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved