Jelang Galungan Kali Ini Budiarta Siapkan 300 Penjor

Hari Raya Galungan memang tak bisa dilepaskan dari penjor yang merupakan lambang gunung

Jelang Galungan Kali Ini Budiarta Siapkan 300 Penjor
Tribun Bali/I Putu Supartika
Salah seorang pembeli memilih penjor dan pekerja mempersiapkan hiasan penjor di Jalan Kepundung, Denpasar. 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Hari Raya Galungan memang tak bisa dilepaskan dari penjor yang merupakan lambang gunung.

Oleh karena itu, menjelang Hari Raya Galungan, penjual penjor sudah mulai bersiap-siap melayani pembeli.

Hal ini pula yang terlihat di salah satu penjual penjor di Jalan Kepundung Denpasar, Minggu (27/5/2018) siang.

Para pembuat penjor tampak sedang menghias bambu melengkung dengan janur.

Made Mangku Budiarta, selaku penjual penjor mengatakan, untuk persiapan penjor Galungan ini telah dimulai sejak dua bulan lalu.

"Persiapannya sudah dua bulan sebelumnya. Untuk Galungan kali ini saya siapkan 300 penjor," kata Budiarta sembari meringgit ambu (daun enau muda) untuk hiasan penjor.

Ia telah membuka usaha ini sejak tahun 2017 dan kini telah memiliki langganan sebanyak 200 orang.

Adapun harga penjor yang dijual antara Rp 200 ribu hingga Rp 2 juta.

"Bergantung pesanan dan hiasan penjornya. Saya jual penjor langsung pasang, harganya mulai dari 200 ribu sampai 2 juta," imbuhnya.

Untuk membuat penjor ini dirinya memiliki lima orang pekerja tetap dan 15 pekerja lepas. (*)

Penulis: Putu Supartika
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved