Tetaplah Kalem di Segala Situasi Dengan 7 Cara Ini

Walau sesekali emosi kita "meledak" saat sedang kesal, tetapi jika diamati selalu ada orang yang bisa tetap kalem menghadapi situasi buruk.

(Dmytro Shestakov)
Ilustrasi meditasi di bawah pohon 

TRIBUN-BALI.COM - Kita semua pasti pernah mengalami hari yang buruk dan tidak bisa menahan diri untuk tetap bersikap tenang.

Walau sesekali emosi kita "meledak" saat sedang kesal, tetapi jika diamati selalu ada orang yang bisa tetap kalem menghadapi situasi buruk.

Untuk mengelola emosi dan enggak gampang cemas karena suatu hal dibutuhkan latihan. Berikut teknik-teknik tersebut:

1. Membayangkan tempat yang membuat bahagia

Anak-anak yang rewel, proyek yang sudah jatuh tempo, atau pelayan toko yang menangani pesanan kita dengan lambat, semuanya bisa menjadi pemicu stres. Apapun pemicu stres kita, psikolog klinis dari Columbia University, Laura Markham, merekomendasikan kita untuk membayangkan tempat yang membuat kita merasa tenang, aman dan bahagia. Teknik visualisasi ini memungkinkan rasa sakit dan stres yang kita rasakan berkurang. Inilah yang membuat kita tetap tenang dan rileks. Semakin sering kita menggunakan teknik ini, semakin sedikit tekanan yang kita dapatkan. Menurut Markham, cara ini akan mengurangi rasa letih pada emosi.

2. Sedikit bekerja namun banyak yang diselesaikan

Hubungan antara waktu kerja dan produktivitas tidak sepenuhnya linear. Data dari The Organisation for Economic Co-operation and Development menunjukkan pekerja yang lebih produktif menghabiskan lebih sedikit waktu di kantor. Rata-rata pekerja Yunani menghabiskan lebih dari 2.000 jam per tahun di tempat kerja. Sementara itu, orang Jerman hanya bekerja sekitar 1.400 jam. Namun, produktivitas mereka  70 persen lebih tinggi. Terkadang, waktu kerja yang lebih sedikit dapat menghasilkan pekerjaan yang lebih berkualitas. Jadi, jika kita telah melalui hari panjang dan masih banyak yang harus dilakukan, mungkin akan lebih baik untuk beristirahat dan menyelesaikannya esok hari.

3. Menenangkan diri agar lebih bersemangat bukan untuk bersantai

Kita kerap disarankan untuk "bersantai" sebelum tampil di hadapan banyak penonton, mengikuti ujian, atau tampil dalam beberapa situasi yang berpotensi menimbulkan stres ? Menenangkan diri sendiri merupakan langkah pertama yang baik. Namun, riset dari Harvard Business School menunjukkan bahwa kita dapat bekerja lebih baik jika menganggap kecemasan sebagai kegembiraan. Nikmati momen yang ada saat ini dan tidak perlu mencemaskan apa yang (belum tentu) akan terjadi sebentar lagi.

4. Olahraga dan istirahat

Olahraga memang memiliki efek kesehatan yang baik, termasuk menghilangkan stres.  Tetapi, manfaat dari olahraga itu baru kita dapatkan jika kita cukup beristirahat. Studi yang diterbitkan dalam jurnal Military Psychology menunjukkan para pilot yang kurang tidur akan merasa lebih waspada setelah 10 menit berolahraga. Olahraga memicu lebih banyak aktivitas otak gelombang lambat, sehingga setelah 50 menit ke depan tingkat kewaspadaan justru berkurang. Jadi, berolahragalah saat kita cukup tidur.

5. Konsisten meditasi

Alec Tew, pendiri website the meditation dan aplikasi Calm, mengatakan jika meditasi membuat hidupnya lebih santai. Ia telah mempraktikan meditasi sejak berusia 15 tahun. Meskipun hanya bermeditasi selama beberapa menit, ia telah merasakan efek penuh dari meditasi ini. Menurutnya, secara konsisten menyisihkan waktu untuk merasa tenang setiap harinya, akan membantu menenangkan pikiran kita sepanjang hari. Manfaat tersebut tetap kita rasakan meski hanya melakukan pernapasan dalam saat pagi sebelum bekerja. "Jika Anda baru mengenal meditasi, mulailah dengan bernapas dalam-dalam," paparnya.

Ia menyarankan agar kita mengambil 10 napas dalam-dalam di pagi hari sebelum meninggalkan rumah, dan masuki kebiasaan berhenti sejenak sebelum bergegas melakukan aktivitas. Baca juga: Teknik Meditasi yang Bisa Turunkan Berat Badan

6. Saat kurang tidur, beristirahat saat siang dan minum kopi

Sebuah riset yang mengukur efek tidur siang, kafein, dan kombinasi keduanya pada kinerja pekerja malam, menyimpulkan bahwa kombinasi tidur siang dan kafein efektif meningkatkan kewaspadaan dan penurunan kantuk. Jadi, jika kita hanya tidur sebentar dan membutuhkan peningkatan energi, tidurlah beberapa menit, lalu ambil secangkir kopi. Kita akan kembali merasa segar dan mampu melanjutkan hari dengan tenang.

7. Fokus pada apa yang terjadi

Sangat mudah untuk membiarkan diri larut dalam kesalahan masa lalu atau khawatir tentang masa depan. Salah satu teknik mindfulness yang paling penting dan dapat dilatih, menurut psikoterapis Donald Altman, adalah “kesetiaan pada saat ini.”

“Tanda nyata yang menunjukan kelelahan adalah Anda terjebak dengan isi pikiran," kata Altman. Menurutnya, kita memiliki semua pemikiran tentang masa depan. Oleh karena itulah, kita terus memikirkannya. Salah satu cara untuk menghentikannya adalah dengan fokus pada apa yang ada di sekitar. Dengan berpartisipasi sepenuhnya di masa kini, kita dapat mengubah hubungan kita dengan apa yang terjadi di sekitar. Kita pun tak perlu harus bereaksi keras terhadapnya.

Sumber: Kompas.com
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved