Warga Negara Indonesia Dilarang Masuk ke Israel, Siapa Yang Rugi?

Jika Israel menutup jalur wisatawan Indonesia, mereka bisa kehilangan 1,3 juta orang Indonesia yang tiap tahunnya pergi ke Israel.

Warga Negara Indonesia Dilarang Masuk ke Israel, Siapa Yang Rugi?
(AFP/Marina Passos)
Foto arsip yang diambil pada 11 Januari 2010 menunjukkan pemandangan udara Kota Tua Yerusalem. 

TRIBUN-BALI.COM - Ditutupnya akses turis Indonesia untuk berkunjung ke Israel juga berdampak pada Palestina.

Hal itu dikatakan oleh Ketua Umum Asosiasi Tour Travel Agent Indonesia (Asita), Asnawi Bahar.

Ia mengatakan dalam jangka panjang hal ini akan merugikan Israel.

Baik Israel atau Palestina akan kehilangan banyak devisa yang seharusnya masuk dari pariwisata.

"Soal kerugian, tidak ada dampak kerugian yang banyak, bahkan nyaris tidak ada. Karena kita kan membuang devisa ke sana, dan kuantitas masyarakat kita ke sana juga tidak banyak," ujar Asnawi saat dihubungi KompasTravel, Kamis (31/5/2018).

Ia mengatakan dari puluhan agen tour travel yang menyediakan perjalanan ke sana, tiap satu bulan sekitar lima sampai enam perjalanan saja yang bisa diakomodir.

Sementara itu Melissa Agustiana, pemilik Mala Tour (salah satu agen tour travel yang mengakomodir wisatawan Indonesia ke Israel) mengatakan justru yang akan terkena dampak ialah masyarakat Palestina yang mengandalkan pemasukan dari sektor wisata.

"Karena mereka itu sumbangan devisa utamanya pariwisata kan, kalau orang datang ke sana nginep di hotel-hotel Palestina, beli suvenir, beli jualan-jualannya itu membantu perekonomian mereka banget, di tengah kesulitan kerja," ujar Melissa.

Ia mengatakan orang Indonesia sangat royal saat berbelanja di Palestina.

Selain karena situs wisata yang paling banyak, juga soal kepedulian sosial.

Halaman
12
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Grid.ID
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved