Breaking News:

Aksi Solidaritas Kasus Gek Candra, Keluarga Harap Dukungan Masyarakat

Aksi Solidaritas untuk Ni Kadek Candra Dinata atau dikenal Gek Candra dilangsungkan di Sekitaran Lapangan Niti Mandala Renon

Penulis: Busrah Ardans | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/I Made Ardhiangga Ismayana
Sejumlah masyarakat saat menggelar aksi solidaritas Gek Candra di Monumen Bajra Sandhi Denpasar, Minggu (3/6). 

Laporan Wartawan Tribun Bali, Busrah Hisam Ardans

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Aksi Solidaritas terhadap kasus kematian Ni Kadek Candra Dinata atau dikenal Gek Candra dilangsungkan di Sekitaran Lapangan Niti Mandala Renon, Minggu (3/6/2018) pagi.

Dalam aksi solidaritas itu, tampak peserta aksi menggunakan bajubertuliskan Save Gek Candra dan membubuhkan tanda tangan di spanduk putih, sebagai bentuk kepedulian terhadap kasus Gek Candra yang sudah tiga tahun berlalu setelah kematiannya.

Dalam wawancara dengan wartawan, Siti Surah sebagai kuasa hukum dari kedua orangtua Gek Candra mengungkapkan, aksi solidaritas tersebut digelar spontanitas dan hanya ingin menyampaikan kepada masyarakat bahwa ada kasus seperti ini.

"Kami gelar spontan, tujuan kami ialah agar masyarakat tahu, bahwa sebelum kasus Angeline ada kasus Gek Candra yang juga harus diketahui. Kami memohon kepada masyarakat untuk mengawal kasus ini, besok ada 5 orang saksi yang akan kembali dilakukan BAP," ungkapnya.

Sebelumnya, kejadian itu jelas Siti Surah, terjadi 20 Januari 2015 saat sang Ibu meninggalkan anaknya untuk pergi ke pasar, namun ketika pulang anaknya sudah tidak ada di rumah.

"Anaknya ditinggal di rumah, ada kakek, nenek, serta bapaknya. Setelah ibunya pulang pukul 7 dari pasar, Gek Candra sudah tidak ada di rumah. Pukul setengah 4 ia ditemukan tidak bernyawa di gorong-gorong yang jauhnya 1,5 km dari rumah," terang Surah.

Surah menambahkan, dari analisa dokter, Gek Candra ditenggelamkan atau dicelupkan ke air yang tergenang hingga tidak bisa bernafas.

"Analisa lainnya ada goresan duri salak di perutnya. Dia digendong oleh orang menghadap ke depan dan melewati jalan setapak yang banyak pohon salak, sehingga dia kena durinya. Intinya dari otopsi dokter ia terbunuh," tambahnya.

Dikatakan Surah, ini berbeda dengan polisi yang mengatakan Gek Candra meninggal karena tenggelam, padahal air di gorong-gorong tidak terlalu dalam.

Kedepannya dengan aksi tersebut, hasil tanda tangan akan dibawa ke Kapolda bahkan Jakarta, jika tidak diatensi. (*)

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved